Setahun, Visi Misi Minus Realisasi


Sumber : Pos Metro Medan

Selasa, 21 Juli 2009
LANGKAT-BARU setahun Syamsul Arifin memimpin Sumatera Utara, tapi berbagai kalangan seperti makin banyak menyoroti kinerjanya yang dicap kian tidak pro rakyat. Pasalnya, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut Tahun Anggaran (TA) 2009 ditemukan sejumlah anggaran “tidak masuk akal” bahkan terkesan “akal-akalan” guna menggerogoti uang rakyat.

Contohnya, anggaran pembelian mobil dinas untuk keperluan Gubsu dan Wagubsu jika sedang berada di Jakarta seharga Rp. 1,1 milyar ditambah dengan pengadaan TV Rp.20 juta dan 5 unit kamera seharga Rp. 251 juta.

Juga, di APBD Sumut TA 2009 ini juga ditemukan anggaran rehap kolam ikan Gubsu senilai Rp 200 juta dan perawatan pot bunga rumah dinas Gubsu yang nilai nominalnya puluhan juta rupiah.

Dalam perubahan APBD TA 2009, Gubsu juga mengusulkan anggaran untuk sejumlah hewan ternak di rumah dinasnya. Tak tanggung, anggaran untuk pakan ternak senilai Rp 15 juta.

Hal ini membuat analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio, menilai Gubsu Syamsul Arifin tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat Sumut.

“Janji-janji saat kampanye pilgubsu tentang rakyat tidak bodoh, tidak lapar, tidak sakit dan punya masa depan, hingga saat ini tidak sedikitpun terealisasi,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/7 ) lalu.

Tidak Pro Rakyat

Sementara dari Langkat, Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi, Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, kemarin (20/7) ketika diminta komentarnya tentang banyaknya anggaran yang tidak pro rakyat tertuang dalam APBD Sumut, mengatakan bahwa hal seperti itu adalah kebiasaan Syamsul Arifin sejak menjabat sebagai Bupati Langkat.

“Selama dua periode Syamsul Arifin memimpin Langkat tidak tampak pembangunan berarti, yang diperbanyak hanyalah acara seremoni dan membagi-bagikan anggaran APBD untuk oknum-oknum tertentu di lembaga vertikal. Dan tidak pro rakyat,” tandasnya.

Apa yang dikatakan Togar bukan tanpa alasan, sebab selama menjabat sebagai Bupati Langkat selama 9 tahun system kepemimpinan Syamsul Arifin diduga sarat dengan praktek KKN dan saat ini sudah beberapa orang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Pura dengan sangkaan melakukan tindak pidana korupsi.

Sementara puluhan kasus dugaan korupsi lainnya sudah menunggu, diantaranya bobolnya APBD Langkat tahun 2007 sebesar Rp. 102 milyar dan dugaan korupsi bantuan banjir bandang Bukit Lawang sebesar Rp.50 milyar. (darwis)

Satu Tanggapan

  1. wah2, KKN jdi biasakh???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: