Kasus Dugaan Suap di SMP Negeri 7 Binjai Meruncing, Kasek-Kadisdikjar Binjai Dilapor KPK dan Mendiknas


Sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 23 Juli 2009
BINJAI-KASUS dugaan suap dan kecurangan penerimaan siswa/i baru di SMP Negeri 7 Binjai kian meruncing. Setelah melapor ke DPRD dan Polresta Binjai, Aslina Br Nainggolan akhirnya menempuh jalur tingkat tinggi dengan melaporkan Kasek (Yuniar) dan Kadis Pendidikan dan Pengajaran Binjai (Misron Hayat) ke Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. Dr. Bambang Sudibyo ,MBA.

Sekadar mengingatkan, kasus ini mencuat karena Aslina geram anaknya Samuel Smith Batubara tak diterima di SMP Negeri 7 Binjai meski SKHUnya berada di atas SKHU 22,55 yang ditetapkan sekolah yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Binjai Kota itu. Ironisnya, saat Aslina menanyakan masalah itu, Yuniar justru mengaku silaf. “Mana mungkin silaf, ini jelas ada kecurangan. Buktinya, banyak siswa SKHUnya berada di bawah 22,55 diterima di sekolah itu. Apa silaf itu namanya,” tegas Aslina.

Penyataan Aslina juga sesuai hasil investigasi POSMETRO MEDAN dari SD asal murid beberapa siswa/i yang diterima di SMP Negeri 7 Binjai banyak yang SKHUnya berada di bawah 22,55. Ironisnya, saat masalah itu dikonfirmasi, Yuniar justru berdalih menerima siswa/i karena mereka adalah anak tukang becak dan warga setempat yang tinggal di sekitar sekolah.

“Kita melaporkan dugaan suap dan kecurangan penerimaan siswa/i baru di SMP Negeri 7 Binjai dan beberapa sekolah-sekolah lainnya itu ke Menteri Pendidikan Nasional dan KPK, karena kita tak ingin citra pendidikan di Binjai tercemar akibat kelalaian dan kesilafan seperti yang diucapkan Kasek itu. Ini perlu kita lakukan untuk merubah sistem pendidikan yang bersih dan bebas KKN,” ujar Aslina Samuel Smith Batubara.

Terpisah, Togar Lubis, Ketua Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Sumut yang dikonfirmasi prihal kasus ini, mendukung sepenuhnya langkah yang ditempuh masyarakat yang perduli terhadap dunia pendidikan. Karena, lanjutnya dugaan suap dan kecurangan dalam penerimaan siswa baru di SMP Negeri 7 Binjai merupakan contoh buruknya lembaga pendidikan saat ini yang harus disikapi dengan serius.

“Masalah ini tidak bisa dianggap enteng dan kita mendukung langkah yang ditempuh wali murid dalam kasus ini. Kesilafan itu membuktikan adanya dugaan kecurangan dan ketidakmampuan Dinas P dan P Binjai menangani kasus ini adalah kebobrokan dunia pendidikan kita saat ini. Untuk itu diperlukan sterilisasi di kelembagaan pendidikan nasional, agar nantinya lahir generasi-generasi yang baik dan menjaga kewibawaan bangsa” pungkas Togar. (Aswin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: