Merasa Kebal Hukum, Oknum Wartawan Pencabul Adik Ipar Ditangkap


Gebang

Devi Ardianto alias Devi alias Bagong (35) warga Komplek Asabri, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat, pelaku pencabulan terhadap adik iparnya yang mengaku kebal hukum dan tidak ada satu petugaspun yang berani menangkapnya ahirnya ditahan Polsek Gebang, Senin (27/7) malam setelah diamankan dari sebuah warung masih diwilayah Gebang.

Pelaku yang menyatakan dirinya sebagai salah seorang wartawan dikoran harian dan mingguan terbitan Medan inipun tak dapat berkilah lagi saat petugas yang menjemputnya menunjukkan surat perintah penangkapan atas dirinya. Selanjutnya untuk mempermudah proses hokum, pria bertubuh kecil yang selalu menjual-jual nama besar Bupati Langkat Ngogesa Sitepu tersebut digelandang ke Mapolsek Gebang.

Saat ini sembari menungu proses hukum berikutnya, Devi (pangilan akrab) ayah satu anak ini, telahpun meringkuk didalam pengapnya sel mapolsek Gebang. Sejak tersiar kabar Devi diamankan Polisi, hand phone Kapolsek Gebang kebanjiran telpon maupun SMS dari warga yang mengucapkan rasa terimakasih atas ditahannya pelaku yang banyak membuat resah masyarakat Langkat itu.

Diamankanya pria yang selalu mengendarai mobil sedan warna merah bertuliskan KPK Pos dikaca belakang dan depannya itu berawal dari laporan pengaduan korban Siti Asiah (25) penduduk Dusun V, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Langkat yang tak lain adik ipar pelaku.

Dalam surat tanda penerimaan laporan (STPL) No.Pol: STPL/64/VII/2009/LKT-Gebang diterima Ka SPK C Aiptu Anwar tangga 22 Juli 2009 korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku dengan cara menciumi pipi, leher dan meremas-remas pantatnya. Perbuatan tersebut terjadi dirumah pelaku persisnya didalam rumah dekat dapur. Ketika itu korban diundang oleh pelaku untuk menghadiri acara ulang tahun anaknya.

Tak cuma diperlakukan secara tidak hormat, suami korban yang bekerja sebagai kaur desa dan guru honorer mendapat teror SMS dari pelaku yang nadanya mengecilkan korban. Bunyi SMS yang dikirim pelaku tersebut berbunyi ” Kalau Pelecehan lapor saja sama tuhan, laporan yang lain tidak ada apa-apanya Anjxxx (nama binatang), aku orang kebal hukum, buktikan saja SMS ini, akan kubuktikan SMS ini waktu dekat ini.

” Aku orang dekat Bupati, Anjxxx kurap kawan kau. ” Tunggu kau Baxx (nama binatang), hari senin nanti kau lihat, kau tidak ada apa-apa sama aku, apa yang kau anggarkan, kalau tidak copot semua jabatan kaur desa dan guru honor mu, potong kupingku, kalau tidak copot Baxx. ” tulis pelaku dalam SMS yang diterima Dedi. ” Kalau bisa aku tertangkap, sunat dua kali aku, ” tambah pelaku dengan lantangnya.

Sementara Kapolsek Gebang AKP Budiman Karo-Karo ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN Selasa (28/7) perihal diamankannya oknum wartawan cabul tersebut membenarkan. ” Semua yang bersalah dimata hukum sama, jadi tidak ada orang yang kebal hukum, meski kita sempat mendengar isu yang menyebutkan kalau pelaku sesumbar dengan mengatakan kebal hukum, dan sekarang ini kita buktikan kalau yang pernah harus mempertangung jawabkan perbuatanya dimata hukum. ” tegas kapolsek seraya menambahkan atas perbuatanya pelaku di jerat Pasal 389 KUHPidana tentang perbuatan cabul.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: