Peternak dan Satpol PP Adu Jotos, Eksekusi Babi di Stabat Ricuh


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 30 Juli 2009
STABAT-EKSEKUSI ternak babi di Kelurahan Perdamaian, Stabat, kemarin (29/9) berlangsung ricuh. Pasalnya, para peternak babi menolak babi-babi mereka direlokasi ke tempat lain. Akibatnya, ratusan petugas mulai dari Kesbangpolinmas Langkat, Satpol PP Langkat dan pihak kepolisian Polres Langkat yang berjumlah 500 personel harus berhadapan langsung dengan pemilik ternak babi.

Malah, relokasi ternak babi itu menjadi pemicu adu jotos antara peternak babi dengan petugas satpol PP yang menjadi petugas penegak Perda. Bentrokan fisik itupun sempat membuat relokasi terhenti beberapa saat. Namun, keributan yang mulai melebar, berhasil dikendalikan petugas yang menyemut di lokasi. Sejak dimulai pukul 10.00 Wib, Pemkab Langkat baru bisa mengosongkan satu kandang setelah beradu mulut dengan pemilik ternak pada pukul 11.30 Wib.

Sulitnya penertiban ternak babi yang melanggar Perda ini juga dipicu dengan hadirnya anggota DPRD Binjai Sukiwi Chong yang terkesan memback up lokalisasi ternak babi di kawasan ini. Serta lemahnya pengamanan dari Polres Langkat yang juga tampak tak perduli dengan amukan warga yang sejak kedatangan petugas relokasi sudah menghadang di areal peternakan. Para peternak sendiri mengharapkan Pemkab Langkat memberi tempo pada mereka agar mengosongkan sendiri ternak babi mereka. Namun, permohonan itu tak digubris sedikitpun oleh pemkab Langkat yang dikomandoi Sekdakab Langkat, Surya Djahisa.

“Kami hanya minta diberikan waktu, agar kami dapat merelokasi atau menjual babi-babi ini,” teriak peternak babi dihadapan pejabat teras Pemkab Langkat yang hadir pada ekskusi ternak babi di Kelurahan Perdamaian Stabat itu. Tapi permohonan itu tak diindahkan petugas, setelah menarik paksa peternak dari kandang-kandang mereka, petugas relokasi baru dapat dengan leluasa untuk mengangkut babi-babi itu ke atas truk-truk yang sudah disediakan untuk dibawa ke Kecamatan Sei Bingei yang merupakan kawasan legal peternakan.

Amatan POSMETRO MEDAN di lokasi, aksi yang dilakukan petugas langsung dihujani cercaan dan perlawanan dari pengusaha ternak dengan membuat pagar hidup didepan pintu kandang ternak babi mereka di mana sejumlah peternak lainya tampak terlibat perdebatan alot dengan tim petugas penertiban Perda nomor 13 tahun 2005 yang dipimpin langsung Sekdakab. Langkat Drs. H. Surya Djahisa, M.Si.

” Saat ini bukan waktunya untuk negosiasi, kami sudah berikan tenggang waktu untuk itu,” tegas Surya yang didampingi Kaban Kepollin Drs. Agustari selaku Ketua Tim I, Kakan Satpol PP Edi Syahputra, SH selaku Ketua Tim II serta beberapa SKPD yang tergabung dalam Tim diantaranya Asisten Pemerintahan Drs. H. Astaman, Asisten Ekbangsos, Drs. H. Amir Hamzah,MSi , Asisten Adm. Umum Drs. Sura Ukur, Kadis Peternakan Ir. M. Tambeng, Kaban LH Drs. H. Ediwarsyah, Kabag Hukum Aldersyam, SH, juga unsur Muspika Stabat dan Lurah Perdamaian.

Sesuai dengan surat perintah yang ditandatangani Bupati Langkat, bahwa pada hari ini pelaksanaan Penertiban Perda Kab. Langkat Nomor 13 tahun 2005 tentang Tata Ruang Kota Stabat, setelah Pemkab memberikan tenggang waktu 3 bulan kepada peternak, namun hanya sebahagian peternak yang memberikan respon positif. Dari hasil penertiban yang menitikberatkan pada kandang yang memiliki populasi ternak diatas 100 ekor pada 6 titik sasaran, hingga berita ini tiba dimeja redaksi, tim baru berhasil mengevakuasi sebanyak 147 ekor selain yang di evakuasi pemilik ternak sendiri. Sementara di lokasi kandang lainnya yang menjadi sasaran, beberapa peternak meminta agar diperkenankan mengangkut sendiri ternaknya. Tim memberikan keizinan dengan ketentuan hari itu juga kandang harus dikosongkan.

Sebelum relokasi dilakukan, pagi hari diadakan Apel Gelar pasukan Tim Penertiban Perda yang dipimpin langsung Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. Dalam arahannya Bupati meminta kepada tim untuk tidak pernah ragu menjalankan tugas karena telah dilindungi Undang-Undang, selain itu Bupati juga berpesan kepada tim Penertiban ketika menjalankan tugas dilakukan secara bijak tanpa kekerasan.

Kabag Humas Langkat Syahrizal yang juga hadir pada penertiban tersebut atas nama Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan warga masyarakat dan berbagai elemen ormas yang terus menerus mensuport tim. ” Bapak Bupati sampaikan terima kasih kepada warga peternak yang kooperatif juga terima kasih atas kinerja tim dalam penegakkan Perda”, ujar Rizal. Hingga sore, dari 37 kandang yang terdapat di kelurahan Perdamaian Stabat, baru sekitar 10 kandang yang berhasil diangkut petugas relokasi. Sedangkan sisanya akan terus ditertibkan hingga kawasan ini bersih dari peternakan babi.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: