Usai Biaya Administrasi Rp 3 Ribu/Pelanggan, Lagi, Gubsu Dukung Kenaikan Tarif Tirtanadi


Sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 30 Juli 2009
MEDAN-DUKUNGAN Gubsu Syamsul Arifin terhadap program PDAM Tirtanadi tak akan berhenti. Seperti biaya administrasi yang ‘memberatkan’ konsumen. Walau ditolak konsumen, namun program itu terus dilaksanakan.Kini mantan Bupati Langkat itu kembali memberikan dukungan terhadap kenaikan tariif Tirtanadi. Hal ini membuat Gubsu sepertinya kurang mengerti penderitaan warga karena masih terbelit krisis ekonomi berkepanjangan.

Hal itu terkuak saat pihak PDAM Tirtanadi melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota Dewan Komisi C DPRD Medan di ruang Komisi C, kemarin (29/7).

Menanggapi adanya penambahan modal dalam Perda, Sekretaris Komisi C DPRD MEdan Zulkifli Husein mengatakan, kalau PDAM Tirtanadi tidak profesional. Alhasil, lahirnya Perda itu bertentangan dengan visi dan misi PDAM melayani masyarakat.

“PDAM Tirtanadi tidak bisa maju kalau terus bersembunyi dilbalik subsidi dan pelayanan masyarakat. Padahal, PDAM mencari profit dan ini sama saja perusahaan kapitalis,” terangnya.Berdasarkan data dibeberkan pegawai PDAM Tirtanadi, jumlah pelanggan di kota Medan sebanyak 350 pelanggan sambungan rumah, jumlah ini sebanding dengan 78 persen dari jumlah kepala keluarga di Kota Medan. Namun, ada sebanyak 70 persen disubsidi dari seluruh pelanggan yang ada.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi C DPRD Medan, Jamhur Abdullah menyinggung tentang pemberlakukan biaya administrasi sebesar Rp 3 ribu. Biaya administrasi ini sebaiknya dihapuskan saja, apalagi ada wacana PDAM Tirtanadi akan menaikkan tarif sebesar 35 persen dari tarif sekarang ini.

Sementara Direktur Operasional PDAM Tirtanadi, Tengku Fahmi Djohan mengatakan pihaknya mengajukan perda ini melihat kondisi sekarang ini.

Pihaknya mengakui ingin menambah instalasi dan penambahan fasilitas penyaluran air ke rumah warga. Bila selama ini ada yang hitungannya 500 liter per detik mau ditingkatkan menjadi 1000 liter per detik, kemudian ada juga yang hanya 200 liter per detik akan di tingkat menjadi 500 liter per detik.

Pengamat Ekonomi, Moenaf Hamid Siregar mengatakan, laporan keuangan yang tidak transfaran, kemudian tidak bekerjanya Badan Pengawas di perusahaan ini. Hal ini bisa mengarah kepada perihal pelayanan yang tentunya tidak bisa lebih baik lagi. (ali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: