Dugaan Korupsi Dispora-KONI Mulai Terkuak,Bendahara Pemko Binjai Akui KONI Kerap Minta Duit


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 5 Agustus 2009
BINJAI-HINGGA kemarin, penyidik Polres Binjai masih berupaya mengusut dugaan korupsi Rp. 7 miliar di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI Binjai. Setelah memeriksa lima saksi dari Dispora dan Koni beberapa waktu lalu, kemarin (4/8) siang, giliran Bendahara Umum Pemko Binjai, Siti Saleha, Sos yang diperiksa.

Pantauan POSMETRO MEDAN, setelah sempat mangkir akhirnya Siti memenuhi panggilan polisi. Didampingin adik kandungnya, Siti yang ketika itu tak mengenakan baju dinas tiba di Polres Binjai sekira pukul 10.00 WIB, dan langsung masuk ke ruang Unit III Reskrim lantai II untuk diperiksa. Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN dari hasil pemeriksaan menyebutkan, Siti mengaku ada mengeluarkan uang sesuai permintaan Koni untuk kegiatan beberapa cabang olahraga di Binjai. Bahkan, Siti juga ngaku masih menyimpan pertinggal setiap pengeluaran uang yang ia keluarkan untuk Koni Binjai itu.

Dibeberkan Siti, untuk September 2007 saja, ia ada mengeluarkan uang Rp. 285 juta yang diklaim KONI Binjai digunakan untuk 4 kegiatan olahraga yang meliputi pengadaan alat-alat fitnes Rp. 145 juta, panjat tebing sebesar Rp. 15 juta, penghargaan untuk atlet terbaik sebesar Rp. 10 juta dan untuk penyelenggaraan festival band sebesar Rp. 115 juta. “Uang itu langsung saya berikan pada Muslim, Ketua KONI dan Bendaharanya, Yadi sebesar Rp. 25 juta. Kalo Pak Haris Harto menerima uang sebesar Rp. 260 juta,” ungkap Siti.

Tapi sayang, karena keterangan Siti tak dilengkapi dengan dokumentasi pengeluaran uang dari Pemko ke KONI Binjai, juper Unit III terpaksa menunda pemeriksaan hingga Kamis (6/8). Namun, saat ditanya POSMETRO MEDAN ke mana saja uang itu, dan siapa-siapa saja yang menerima uang ? Siti enggan menjawab. “Saya hanya ditanya uang yang saya serahkan, kalau ditanya lebih jauh saya tidak bisa mengetahuinya. Karena dokumen yang menjadi bukti penyerahan uang itu tidak saya bawa semuanya dan yang saya bawa hanya bukti pengeluran uang di Bulan September saja,” ujar Siti. Terpisah Kapolresta Binjai AKBP Roberts K,SIK,SH melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq,SE,MH saat dikonfirmasi mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum belum ada menetapkan tersangka dalam kasus itu. “Sejauh ini kita masih memeriksa 6 saksi, dari keterangan itu belum ada kita tetapkan sebagai tersangka,” bilang Taufiq. (Aswin)

Satu Tanggapan

  1. Setiap kegiatan korupsi biasanya selalu melibatkan orang dalam. Mana mungkin seorang bendahara tidak menyimpan bukti pemberian uang yang sudah dikeluarkan dari dana kas pemda. Usut tuntas pak Polisi, agar uang yang seharusnya bisa untuk mensejahterakan rakyat itu bisa kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: