Menjambret Demi Obati Ayah Buta


sumber : pos metro medan

Rabu, 1 Juli 2009
KRAKATAU-NIAT hati bantu orang tua. Tapi caranya, salah. Bayangkan, untuk biaya perobatan bapaknya yang buta, Edi Putra alias Puput Kucing memutuskan menjambret. Apes. Cowok Jalan Pancing I, Kelurahan Medan Estate, Medan Tembung ini ditangkap warga, kemarin. Tak ayal, ia pun harus menerima hujan pukulan. Puas dipukuli, Puput Kucing diboyong ke Mapolsek Medan Timur.

“Aku butuh biaya untuk mengobati penyakit bapakku yang kambuh lagi. Uang gak ada lagi, sedangkan aku hanya kerja jadi kuli bangunan,” celoteh Puput Kucing saat ditemui POSMETRO Medan di Mapolsek Medan Timur.

Ketika beraksi Puput Kucing tak seorang diri. Dia ditemani Jimmi, rekannya. Cowok bertato ini mengaku diajak Puput Kucing. “Aku hanya bantu penderitaannya saja. Katanya, dia perlu uang untuk bantu biaya perobatan bapaknya,” kata Jimmi.

Kapolsekta Medan Timur AKP Yatim S Nasution mengaku, hingga kemarin Puput Kucing dan Jimmi masih diperiksa. “Keduanya dikenakan pasal 363 tentang pencurian tanpa kekerasan,” pungkas Yatim.

Sementara, di mata orang tuanya, Puput Kucing dikenal sebagai anak baik. Karena itu, bapaknya yang buta, Suadi Wisnu (54), tak menyangka anaknya yang tamatan SMP itu ditangkap polisi karena menjambret.
sumber : Pos Metro Medan

Suadi buta sejak 9 tahun lalu. Itu karena dia yang bekerja sebagai tukang las di bengkel, dikenal jarang memakai kacamata las saat sedang bekerja. Lama-kelamaan matanya rabun dan akhirnya tidak dapat lagi melihat. Guna mengobati matanya, Suadi sudah berobat ke sejumlah rumah sakit dan pengobatan alternatif, namun tak kunjung sembuh.

“Kata dokter ada penyumbatan pada mata saya,” ucapnya saat ditemui di rumahnya.

Pun begitu, Suadi mengaku tak pernah merasa sakit atau nyeri pada matanya. Sejak mengalami kebutaan, Suadi tidak dapat lagi bekerja. Istrinya, Nunung (53), mengambil alih bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Selama ini Suadi, ayah empat anak itu, tinggal berempat bersama istri dan dua anaknya, Puput Kucing dan Tony. Istrinya sudah satu bulan berada di Bengkalis, Dumai, tempat anak perempuan mereka yang sedang melahirkan. “Biarpun saya sakit tapi saya tidak pernah menyuruh anak saya mencuri,” kata Suadi. (johan/widya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: