Nolak Dijadikan PSK, Isteri Dibakar Suami


sumber : Pos Metro Medan

1249094601wwwwwwww3
MEDAN-Petaka yang dialami Yeni Nurhayani alias Yeyen (20) (baca POSMETRO MEDAN edisi Jumat 31 Juli 2009), pun kemarin dialami Yeni Anggaraini (24), warga Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang. Yeyen dibakar suaminya karena menolak dijual ke lelaki hidung belang, sedang Yeni dibakar gara-gara bertanya soal gaji pada suaminya.

Hingga kemarin (31/7) Yeyen wanita asal di Kampung Kolot, Desa Sabong Jaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar yang dibakar suaminya, masih terbaring lemah di Ruang Rawat Inap Mawar, RSUD Deliserdang.

Luka-luka bakar yang dideritanya tampak semakin parah. Buktinya, luka di bagian kaki wanita malang itu, kini sudah tampak mulai bernanah. Barangkali karena luka yang dideritanya itu pula, kondisi Yeyen tampak semakin lemah.

Tidak seperti pertama sekali ditemui POSMETRO MEDAN, Yeyen masih bisa berbicara jelas. Saat kembali disambangi, suara yeyen terdengar semakin parau dan bahkan wanita itu seakan tak kuat lagi bercerita seputar derita yang dialaminya.

Ternyata, pihak RSU Deliserdang tidak memberikan perawatan yang semestinya kepada Yeyen. Seperti pengakuan ibu Ponijah yang menunggui putrinya di ruang rawat inap itu, tak pernah sekalipun dokter di rumah sakit pemerintah itu datang memeriksa kondisi kesehatan yeyen.

Luka-luka bakar yang diderita wanita asal Tasikmalaya, Jabar itu, sama sekali tak pernah diobati. Sejak dihantar ke Rumah Sakit itu, Yeyen hanya diberi oksigen beberapa saat dan infus yang berguna sebagai penambah daya tahan tubuh.

Sayangnya, guna mengetahui apa penyebab Yeyen tidak mendapatkan perobatan yang semestinya di Rumah sakit milik Pemerintah Pemkab Deliserdang itu, Dr Aida Harahap Mars selaku Direktur RSU Deliserdang, tidak bersedia memberikan keterangan.

Demikian pula beberapa staf di sana. Kepada POSMETRO MEDAN mereka mengatakan, soal memberi keterangan kepada wartawan, bukan wewenang mereka, melainkan Direktur RSU DS yang punya hak.

Dianiaya Karena Tak Mau Dijual

Penuturan ibu Ponijah, saat malam tiba, Yeyen terlihat susah tidur. Wanita ini kerab mengigau seputar peristiwa penyiksaan yang dialaminya selama tinggal bersama suaminya Ramli Ginting.

Ditirukan Ponijah, seperti igaunya Yeyen, sering berucap “Jangan pukul Yeyen bang. Yeyen gak mau dijual. Jangan bakar Yeyen ya bang. Yeyen takut, tolong Yeyen bang.”

Karena igauannya itu pula, pagi harinya ibu Ponijah coba bertanya kepada Yeyen seputar peristiwa tragis yang sudah dialaminya itu. Kepada ibu Ponijah, Yeyen kembali mengisahkan, suaminya Ramli Ginting sengaja membawanya pulang ke kampung halamannya di Dusun Prangenen, Desa Penungkiran, STM Hilir atas dasar niat tak baik.

Buktinya, beberapa hari setelah berada di STM Hilir, sang suami malah sempat hendak menjual Yeyen kepada seorang mucikari. Namun keinginan sang suami itu di tolak Yeyen. Sikap yeyen itu pula akhirnya membuat Ramli Ginting kerab ringan tangan terhadap istrinya itu.

“Semula aku mengira suamiku benar-benar sayang sama ku, tapi ternyata setelah aku jauh dari keluarga ku, bang Ramli pun berubah sikap, aku seperti binatang saja dianggapnya, karena gak mau dijual aku jadi sering di pukulinya,” ujar ibu Ponijah lagi menirukan ucapan Yeyen kepadanya.

Sementara soal tidak dirawatnya Yeyen dengan semestinya oleh pihak medis, masih sebut ibu Ponijah, lantaran status wanita asal Tasikmalaya ini belum jelas. Pihak medis bingung bagaimana klaim pembayaran.

Ramli Sudah Punya Anak Isteri

Terpisah, menanggapi pengakuan Yeyen kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruruh Wicaksono SiK kepada POSMETRO MEDAN menyatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa itu dari pemberitaan POSMETRO MEDAN.

Karena itu, Ruruh bilang, pihaknya akan menunggu Yeyen pulih benar dari luka-luka yang dideritanya. Setelah itu Yeyen akan dimintai keterangannya secara resmi, guna dilakukan penyidikan atas aksi penganiayaan berat yang dilakukan suaminya.

Sementara Yeyen saat ditanya, mengaku telah ditemui 2 orang petugas kepolisian di RSU Deliserdang. Petugas itu katanya sempat bertanya seputar aksi penganiayaan yang dilakukan Ramli Ginting. Selain itu Yeyen juga diminta menandatangani surat yang disodorkan pihak Kepolisian yang mengaku dari Polsek Talun Kenas itu.

Pengakuan Yeyen itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Talun Kenas AKP K Saragih. Kepada koran ini, K Saragih menyatakan sudah memerintahkan anggotanya untuk mencatat pengakuan Yeyen guna dilakukan penyidikan awal atas kasus tersebut.

Soal suami Yeyen sendiri yakni Ramli Ginting, K saragih bilang, pria itu ternyata sudah punya istri. Dari istri pertamanya, Ramli Ginting sudah dianugerahi 2 orang anak. Parahnya, istri dan kedua anak hasil pernikahan mereka itu, juga telah ditelantarkan. Sementara Ramli, hingga kini belum juga diketahui di mana rimbanya. (pasta)

2 Tanggapan

  1. Nasib emang tidak bisa di baca,,seharusnya istri disayang bukan untuk disakiti…

    To Sdr. Dadang : Setuju bung. Tapi itulah realita anak manusia. trims, salam

  2. mgkin suami nya sakit jiwa…berani nya nyiksa istri..dasar kampungan,primitif,gak tau maluuuuuu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: