Gara-gara Lift tak Berfungsi, RS Djoelham Binjai Tolak Pasien Langkat


Sumber : Pos Metro medan

Senin, 10 Agustus 2009 | 11:29

RSU djoelham binjaiBINJAI-PELAYANAN Rumah Sakit Dr Djoelham Binjai kembali menorehkan luka bagi masyarakat. Hanya karena lift rusak, pihak rumah sakit menolak pasien rawat inap. Ricardo (30) warga Stabat, Langkat, disarankan untuk menjalani rawat inap di RSU H Adam Malik, Medan.

Sebelumnya Ricardo dirawat di IGD rumah sakit itu. Dia mengalami pusing dan muntah – muntah, sehingga kondisi fisiknya lemah. Karena sakit yang dideritanya, Ricardo disarankan untuk rawat inap.

Tapi anehnya, dokter RSU Pemko Binjai malah menyarankan Ricardo dirawat di RSU H Adam Malik, Medan. “Setelah perawat memeriksa sakit yang ku derita, aku diharuskan mendapat perawatan inap. Namun karena lift pasien menuju ruang rawat inap pasien mati, aku disuruh berobat ke RSUP Adam Malik Medan,” ujar Ricardo yang mengaku memilih RSU Djoelham karena lebih dekat dari tempat tinggalnya, dibanding dengan RSU H Adam Malik.

Pengakuan serupa juga dilontarkan keluarga Ricardo bernama N Nainggolan. Dia mengatakan, rumah sakit tak bisa dipakai untuk pasien rawat inap karena lift rusak.

“Dengan menuruh kami berobat ke RS H Adam Malik, artinya mereka telah mengusir pasien. Masak hanya gara – gara lift rusak pasien yang menjadi korban,” tukas Nainggolan.

Setelah terjadi perdebatan yang panjang, akhirnya pihak rumah sakit menyediakan ruang rawat inap untuk Rocardi. Tapi sialnya, setibanya di ruang rawat inap lantai 3, tak ditemukan perawat yang melayani pasien, selain seorang perawat yang duduk di meja piket.

Penolakan pasien rawat inap itu diakui seorang dokter di RS dr. Djoelham, Dokter Romi. Dia menegaskan, pasien yang dari IGD tak dapat dirawat inap karena lift rusak.

“Lift rusak sudah sebulan ini, karenanya kami kesulitan merawat inap pasien yang akan dibawa ke lantai atas. Makanya kami pesankan kepada pasien yang akan dirawat inap agar berobat ke RSUP Adam Malik Medan saja. Tapi karena keluarga pasien itu menganggap mereka diusir, kami pun terpaksa menerimanya. Kan gak mungkin pasien itu kami gendong ke lantai 2 dan 4 bangunan baru. Tapi kalau terjadi sesuatu, kami juga yang dituntut,” urainya.

Staff Humas RSU dr. Djoelham Binjai, mengakui lift menuju ruang rawat inap pasien rusak. “Kita telah memberitahukan kepada pihak yang berkompeten agar segera diperbaiki, namun sampai sekarang kondisinya masih seperti itu juga,” ucap staff humas yang enggan namanya dikorankan. (aswin)

Satu Tanggapan

  1. Salam kenal dan terima kasih atas ziarah di laman ilmu saya. Membaca artikel ini sungguh mengharukan. Sampai hati melakukan sedemikian pada yang memerlu saat sakit datang memuncak. Di mana perginya belas ihsan dan nilai kemanusiaan. Sayang seribu kali sayang…hal sedemikian masih berlaku di mana-mana di dunia ini. Harap kita tidak pernah mengalaminya. Salam mesra dari Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: