Manager Kolam Renang Langkat Sekap dan Siksa Karyawannya


Sumber : Pos Metro Medan
Kamis, 13 Agustus 2009 |
1250135989ggggggggg5

STABAT-DIO Afandri Harahap (18)-foto harus menjalani perawatan intensif karena luka serius di hampir sekujur tubuhnya. Pemuda Langkat ini disekap beberapa jam dan disiksa oleh Manager Kolam Renang Dendang Tirta (KRDT), Iwan Syahputra bersama Mulyaman, adik pemilik usaha wisata olahraga itu.

Kemarin (12/8) korban masih menjalani perawatan medis di ruangan Kelas II-D RS Insani Stabat. Sebelumnya dia dilarikan ke RS Materna Medan untuk proses scaning atas luka yang dialaminya.

Kasus penyekapan dan penyiksaan itu, telah ditangani Polsek Stabat. Keterangan yang dihimpun POSMETRO MEDAN, peristiwa penganiayaan berat tersebut terjadi pada Senin (10/8) malam.

Ceritanya, hari itu sekitar pukul 19.00 WIB, Dio Afandri yang tinggal di Jl Jati Mulya, Lingk I Musyawarah, Kel Stabat Baru, Kec Stabat, Langkat itu dipangil oleh Iwan Syahputra yang dikenal sebagai Manager kolam renang milik salah seorang pejabat di Langkat.

Dio Afandri langsung menemui Iwan di salah satu ruangan. Pimpinannya itu lalu bertanya soal amplipayer yang katanya hilang beberapa hari sebelumnya. Tanpa dasar serta bukti yang akurat, Dia Afandri dituduh Iwan sebagai pelaku.

Karena merasa tidak berbuat seperti apa yang dituduhkan, Dio Afandri tetap bersikeras menepis tudingan itu. Namun jawaban itu membuat Iwan geram hingga melayangkan sebuah tamparan keras ke wajahnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Dio Afandri masih disekap di tempat ini. Tidak berapa lama, datanglah Mulyaman yang diketahui sebagai adik pemilik Kolam Renang kebanggaan warga Stabat ini.

Begitu muncul, pria ini langsung menampar Dio Afandri. “Ini nasi. Ku kasih kau makan. Ku kasih kau minum, biar kuat kau. Kalau dah kuat, kau mau ku siksa sampai keluar darahmu. Biar ku minum darahmu,” ketus Mulyaman seperti ditiru Toni, saudara kandung Dio Afandri.

Mulai detik itulah Mulyaman menyiksa Dio Afandri mengunakan alat seperti dongkrak mobil, pipa paralon ukuran 3 atau 4 inci sepanjang 30 cm. Benda-benda keras itu dihantamkan ke tubuh Dio Afandri. Bahkan jempol kakinya sempat dijepit hingga kukunya nyaris lepas.

“Kalau menurut cerita adikku, mulai jam 7 sampai jam sebelas malam dia disekap dan dipukuli sama pelaku yang namanya Iwan,” jelas Toni lagi saat dikontak POSMETRO MEDAN via telepon seluler kemarin (12/8) sore sepulang dari RS Materna Medan.

Toni bilang, dia baru mendapat cerita ini setelah Dio Afandri ditemukan keluarga tak berdaya di sekitaran Kolam Renang. “Dibilang adikku, kepalanya dipijak kebangku, dipukul pakai dongkrak besi,” katanya.

Masih ujar Toni, aksi itu sebenarnya sudah diketahui beberapa pekerja di tempat itu. Tapi mereka tidak berani mencegahnya, hingga penyekapan dan penganiayaan masih berlangsung hingga dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Karena kondisinya yang memburuk, Mulyaman dan Iwan dibawa ke Klinik Surya guna diberi perobatan. “Adikku saat itu tak sadarkan diri karena tak tahan terus disiksa, bahkan hingga kedua pelaku memboyongnya ke Klinik Surya mengunakan mobil. Mungkin mereka takut adikku mati,” sebut Toni.

Kepada perawat di tempat itu (Klinik Surya), kedua pelaku mengatakan, Dio Afandri mengalami kecelakaan di jalan raya. Selanjutnya, keduanya juga mengintimidasi Dio Afandri agar tak memberitahu peristiwa yang sebenarnya kepada orang lain.

Usai dirawat, Dio Afandri kembali dibawa ke Kolam KDRT. Namun begitu dapat kesempatan untuk kabur, Dio Afandri langsung ambil langkah seribu dan bersembunyi di Mushola yang berada di lingkungan Kolam Renang.

Seorang rekannya yang mengetahui kejadian itu memberitahu kepada keluarga Dio Afandri. Tak lama keluarga Dio Afandri ke lokasi datang menjemputnya.

Hasnawati (38) ibu korban yang melihat anaknya babak belur tak dapat menahan tangis. Oleh keluarga, Dio Afandri segera dilarikan ke Klinik Saqinah Stabat selanjutnya dirujuk ke RS Materna Medan guna Scaning.

Kapolsek Stabat AKP Edi Supriyanto ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN di ruangan kerjanya, membenarkan laporan pengaduan Dio Afandri melalui keluarga. “Laporan korban sudah kita terima. Kebetulan yang datang mengadu kemari ibu korban,” ujar AKP Edi.

Orang nomor satu di Polsek Stabat ini juga mengaku, pihaknya telah menyiapkan surat penangkapan untuk kedua pelaku. “Setelah kita periksa saksi-saksi, maka pelaku akan langsung kita tangkap. Tindakan mereka jelas melanggar hukum, karena main hakim sendiri. Kalaupun benar korban itu pelaku pencurian seperti yang dituduhkan, mereka harusnya melaporkan ke pihak yang berwajib, bukan bertindak ala koboi seperti itu,” tegas AKP Edi Supriyanto seraya menambahkan kedua pelaku bakal diganjar Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: