Seputar Kasus Suap SMP Negeri 1 dan 7 Binjai, Kadisdikjar Binjai Didesak Copot


sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 14 Agustus 2009
BINJAI-KETIDAKTEGASAN Pemko dan DPRD Binjai menangani kasus dugaan suap dan kecurangan penerimaan siswa baru di SMP Negeri 1 dan 7 Binjai menuai keritikan pedas dari mantan Ketua DPRD Binjai priode tahun 2000-2004, Abdul Hamid.

“Sekarang mutu pendidikan di Binjai sudah sangat bobrok, jadi harus kita dukung aspirasi yang berkembang di masyarakat tentang kecurangan dan pelanggaran yang terjadi dalam penerimaan siswa baru tahun 2009/2010 lalu. Seharusnya DPRD dan Pemko Binjai mengusut dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam kasus ini. Paling tidak DPRD harus mampu mendesak Pemko Medan menindak pelaku, bukan malah menunggu bola, tapi jadilah sebagai perpanjangan tangan masyarakat,” tegas Abdul Hamid pada POSMETRO MEDAN, kemarin (13/8) siang.

Lanjutnya, upaya yang dilakukan masyarakat untuk membersihkan dunia pendidikan bebas dari KKN dan mengungkap kebobrokan Dinas Pendidikan (Disdik) Binjai yang pernah dibahas di lembaga Legislatif beberapa waktu lalu, harus dituntaskan. “Temuan masyarakat, DPRD Binjai lah yang meneruskannya, karena masyarakat memilih perwakilannya untuk menjadi perpanjangan tangan mereka, bukan malah melemparkan masalah yang kemudian dikendalikan oleh birokrasi pemerintahan. Apalagi kasus itu sudah jadi sorotan publik. Untuk itu, DPRD harus dapat mengambil tindakan tegas yang berpihak kepada rakyat. Ganti saja Kadis P dan P Binjai kalau tidak mau menerima aspirasi masyarakat,” tandas Hamid.

Yuniar, Kasek SMP Negeri 7 Binjai Yuniar saat ditemui POSMETRO MEDAN di ruangan kerjanya, menolak menunjukkan kertas penerimaan siswa baru di sekolah yang ia pimpin dengan dalih harus ada persetujuan dari Kadis P dan P Binjai, Misron Hayat. Padahal sesuai laporan wali murid dan temuan DPRD Binjai, banyak murid yang diterima di sekolahs itu meski SKHUnya berada di bawah standar. “Lembaran kertas hasil pengumuman siswa yang diterima di sekolah ini ada, tapi sebelumnya saya harus minta izin dulu dari pihak Kepala Dinas, bagaimana keputusannya nanti baru bisa kita berikan,” bilang Yuniar singkat lalu diam seribu bahasa. (Aswin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: