NASIB WARGA MISKIN DI P.CENGAL T.PURA DANA “ALADIN”DISUNAT KEPALA DESA


Sumber : www.onlinemadani.com

Niat baik pemerintah untuk membantu masyarakat miskin di Langkat ternyata selalu menjadi objek untuk mencari keuntungan atau memperkaya diri oleh sejumlah aparatur desa. Salah satunya adalah yang terjadi di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura..

Pada tahun 2006 lalu, Pemkab Langkat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.840 juta untuk bantuan perbaikan Atap Lantai dan Dinding (Aladin) bagi 560 KK masyarakat Pra Sejahtera. Bantuan tersebut jelas tertera pada buku APBD Langkat Tahun Anggaran.2006 pada Pos Sekretariat Daerah, Dengan Kode Rekening 2.01.03.5.03.008.002, Uraian Bantuan Sosial Lainnya , Keterangan Bantuan Aladin kepada 560 KK Pra sejahtera di 8 Kecamatan (56 desa), Halaman buku 269. Dari jumlah anggaran tersebut, setiap Kepala Keluarga (KK) seharusnya menerima bantuan dana sebesar RP. 1,5 juta.

Untuk Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, penerima bantuan ini terdiri dari 10 orang atau 10 KK. Namun sayangnya, dengan maksud untuk menguntungkan dirinya sendiri Kades Pematang Cengal yang saat itu di jabat oleh Arbangi beserta Sekretaris Desa Baharuddin ternyata tidak mendistribusikan bantuan tersebut sepenuhnya kepada warga yang berhak menerimanya.

Bulian (55), warga Dusun XIII Paluh bahorok, Desa Pematang Cengal yang merupakan salah seorang warga penerima bantuan Aladin ini ketika disambangi Wartawan koran dirumahnya mengaku hanya menerima 15 keping tepas dan uang Rp.300 ribu dari Kades Pematang Cengal Arbangi. Hal yang sama juga dialami oleh 2 warga yang sama yaitu Mahmud (40) dan seorang janda tua bernama Salmah (70).

“Yang kami terima dari Kades hanya 15 keping tepas dan uang Rp.300 ribu dan katanya itu adalah bantuan dari Kades, tak taunya bantuan dari pemerintah. Kejam betullah Arbangi tu, masak bantuan Rp.1,5 juta yang dibagikannya cuma sekitar Rp..600 ribu. Kalok dibaginya Rp.1 juta dan ditelannya Rp.500 ribu, mungkin kami ikhlas” kata Bulian dan diamini 2 warga lainnya, Minggu (9/8) yang lalu di Dusun XIII Paluh Bahorok, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura.

Menyikapi hal ini, Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, kepada Wartawan berjanji secepatnya akan membuat laporan pengaduan kepada Kejaksaan Negeri Stabat ataupun Polres Langkat. “Saya telah instruksikan Pokja Investigasi untuk mendata nama-nama warga penerima bantuan dan apa saja yang mereka terima dari Kades Pematang Cengal dan dalam waktu paling lama satu minggu laporan pengaduan akan kita sampaikan. Kita juga minta penegak hukum segera menuntaskan kasus ini, jangan dikarenakan nilai yang diduga dikorupsi hanya puluhan juta lalu diabaikan begitu saja, sebab bantuan tersebut merupakan hak-hak warga miskin”, katan Togar dengan nada geram.(02)

2 Tanggapan

  1. klo dilihat lagi kebijakan makronya, memang sentralisasi pembngn ina

  2. Bagaimana “wajah” Pematang Cengal sekarang? Saya pernah KKN (bukan Kolusi Korupsi dan Nepotisme) di sana pada tahun 1979. Mudah-mudahan tidak luluh lantak oleh KKN yang satu lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: