Pemkab Langkat Diminta Kaji Ulang Kenaikan Tarif Air Minum Lebih 100 Persen


Sumber : Harian Analisa

Stabat, (Analisa)

Kordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara Togar Lubis minta kepada Pemerintah Kabupaten Langkat

agar mengkaji ulang Surat Keputusan Bupati Langkat nomor :979-55/SK/2008 tanggal 30 Oktober 2008 Tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Langkat.

“Saya minta kepada Pemkab Langkat agar mengkaji ulang Surat Keputusan Bupati Langkat nomor :979-55/SK/2008 tanggal 30 Oktober 2008 Tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Langkat yang mana tarif air minumnya mencapai lebih dari 100 persen dari tarif semula” ujar Togar kepada Analisa, Senin (19/1) di Stabat.

Menurutnya, dengan naiknya tarif air minum itu dinilai memberatkan konsumen dari kalangan masyarakat, khususnya ekonomi lemah. Sementara itu, pemberlakuan tarif antara konsumen rumah tangga A (rumah sederhana dan RSS) dan rumah tangga B (menengah/mewah/rumah toko) yang diberlakukan juga tidak rasional sebab pemakaian 0 s/d 10 dan 10 s/d 20 meter kubik sama-sama dikenakan tarif Rp.1450 dan Rp 2270/meter kubiknya.

Selain itu, kata Togar, kenaikan tarif air minum ini juga tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas air minum dan pelayanan terhadap konsumen oleh pengelola PDAM Tirta Wampu Langkat.

Sering Mengeluh

“Para konsumen masih sering mengeluh dengan kualitas air yang berwarna keruh bahkan kadangkala berbau tidak sedap, hingga tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum. Di samping itu, masih juga sering ditemukan penyaluran air yang macet sehingga merugikan konsumen” kata Togar.

Ditambahkan, seyogyanya PDAM Tirta Wampu yang pengelolaanya sampai kini masih disubsidi APBD Langkat mengikutsertakan perwakilan konsumen seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam menentukan kebijakan menaikkan tarif air minum yang merupakan hajat hidup orang banyak ini.

Togar juga minta, agar manajemen PDAM Tirta Wampu Langkat segera menertibkan pencurian air dengan cara pemasangan pipa tanpa masuk ke meteran yang diduga dilakukan oknum-oknum petugas PDAM Tirta Wampu sendiri.

Untuk itu jangan dengan alasan merugi PDAM membebankannya pada masyarakat khususnya warga miskin” ketus Togar.

Sementara itu H Ismail Effendi Nasution (61) ,warga Lingkungan Paya Kanan Alur Dua Pangkalan Berandan ketika ditemui Analisa mengeluhkan naiknya tarif PDAM hingga 100persen.

“Saya merasa keberatan naiknya tarif PDAM hingga 100 persen, padahal sebelumnya saya membayar tagihan sebesar Rp 40 ribu kini harus membayar Rp 80 ribu, sementara kualitas air semakin keruh terlebih pasca musim penghujan atau banjir,” ketus Ismail.

Hal senada juga diungkapkan Hj Asnah (65) warga Jalan Besitang Gang Damai Pangkalan Berandan yang juga mengeluhkan kenaikan tarif air minum yang mencapai lebih dari 100persen dari tarif semula.

“Saya merasa kecewa dengan naiknya tarif air minum, karena mencapai 1005 lebih sedangkan kualitas airnya tidak begitu baik kan seharusnya pihak terkait memperbaiki dulu kualitas airnya baru menaikkan harga tarifnya bukan seenaknya saja,” ujar Asnah. (hpg)

2 Tanggapan

  1. kok sulit cari logo perintah langkat yang tidak berwarna kenapa ? apakah masyarakat tak boleh pake………………
    wah,,,,,,,,, eplit ama……..t. he he he he he ehe

  2. saya Para konsumen masih mengeluh dengan kualitas air PDAM Tirta Wampu yang berwarna keruh dan juga seringkali air enggak jalan ( macet )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: