Pelayanan Buruk, Tarif Tinggi dan Terindikasi Suap Penerimaan Pegawai. Ali Umri Dipaksa Segera Copot Dirut PDAM Tirtasari Binjai


Sumber : Pos Metro Medan

Sabtu, 29 Agustus 2009
BINJAI-BURUKNYA pelayanan PDAM Tirtasari Binjai, tarif air selangit, dan dugaan suap perekrutan pegawai baru di perusahaan plat merah itu jadi alasan ratusan massa Himpunan Pelajar Mahasiswa Kota Rambutan (Hipamahkota) mendesak Walikota Binjai, Ali Umri,SH melengserkan Zul Amri dari jabatannya sebagai Dirut PDAM Tirtasari Binjai.

Tuntutan diutarakan pelajar dan mahasiswa itu saat berorasi di depan Kantor Walikota Binjai, Kamis (27/8) siang. “Pecat saja Zul Amri, kepemimpinannya sangat memberatkan ekonomi masyarakat. Masak tarif air bersih PDAM Tirtasari Binjai yang termahal di Indonesia. Ada apa ini?” teriak massa curiga.Bukan itu saja, selain tarif selangit, pelayanan dan kwalitas air yang disalurkan ke masyarakat juga sangat mengecewakan. Bahkan, massa juga menyoal kasus perekrutan pegawai baru di PDAM Tirtasari Binjai yang disinyalir berbau suap, karena perekrutan berlangsung tertutup tanpa ada pemberitahuan pada masyarakat Binjai.

“Selama PDAM Tirtasari dipimpin Zul Umri, perekrutan pegawai terus bertambah, saat ini saja jumlahnya pegawai sekitar 80 orang. Ironisnya, sebagian besar pegawai itu bukan warga Binjai, tapi direkrut dari kota lain yang diduga merupakan anak orang kaya yang sanggup menyuang Zul Amri dengan jaminan calon itu diterima masuk tanpa seleksi,” beber Leriadi, Koordinator Hipamahkota Binjai yang diamini ratusan anggotanya.

Karena itu pula, dalam aksi yang sempat memecetkan arus lalulintas itu, massa pun mengutarakan 4 tuntutan mereka diantaranya, mendesak Wali Kota Binjai mencopot Zul Umri sebagai Dirut PDAM Tirtasari Binjai yang telah mengabaikan kepentingan rakyat dan hanya mementingkan pribadi, dan mengabaikan UUD 1945 dan Permendagri PDAM Nomor 47 tahun 1999. Meminta badan pengawas PDAM Tirtasari untuk bekerja serius dalam menyikapi hal internal PDAM Tirtasari Binjai. Turunkan segera tarif air serta meningkatkan kwalitas air yang dinilai jorok dan berbau serta cenderung menimbulkan penyakit. Apabila hal ini tidak ditanggapi maka Hipamahkota Binjai berjanji akan menurunkan masa yang lebih besar bersama seluruh pelanggan PDAM Tirtasari Binjai.

Menanggapi tuntutan itu, pihak Pemko Binjai yang diwakili Wahyudi selaku Pengawas BUMD di jajaran Pemko Binjai berjanji akan menindaklanjuti serta menyampaikan tuntutan massa pada Walikota Binjai. “Apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan pelajar dan mahasiswa nantinya akan kita sampaikan ke Walikota Binjai untuk ditindaklanjuti,” bilang Wahyudi berjanji. Masa Hipamahkota yang tidak puas dengan jawaban pihak Pemko Binjai terus memaksa pencopotan Zul Umri hari itu juga.

Dengan mengusung keranda mayit yang menggambarkan kematian atas penindasan, massa pun melakukan sholat mayit di depan gerbang Pemko Binjai yang terkunci dan dikawal puluhan aparat Satpol-PP, hingga terlihat pelajar dan mahasiswa bagai dalam jeruji besi penjara. Aksi yang dimulai sekira pukul 10.30 Wib itu akhirnya berakhir damai.(aswin)

Satu Tanggapan

  1. Mana mungkin dia copot, kan sama dengan mencopot jantungnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: