KPK akan Periksa Puluhan SKPD Langkat Terkait Kasus Korupsi Rp 102 Miliar


Sumber : Harian SIB

Langkat (SIB)
Puluhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD/Kadis) di Langkat akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, sejak Senin (31/9). Pemanggilan SKPD disebut-sebut terkait dugaan terjadinya kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan akibat kerugian negara tersebut, kas Pemkab Langkat sempat dikabarkan kosong alias defisit.

Informasi pemanggilan para SKPD oleh KPK di Jakarta telah santer terdengar. Tidak hanya SKPD melainkan Sekda pun disebut-sebut akan diperiksa. Belum diketahui apakah Sekda Surya Djahisa dipanggil terkait jabatannya atau sewaktu dirinya menjabat sebagai mantan Kadis PU Langkat. Menyangkut kerincian jabatan tersebut tidak diperoleh wartawan, karena hampir seluruhnya staf terkait adanya rencana pemeriksaan itu bungkam.

Kabag Humas Pemkab Langkat Syahrizal yang dikonfirmasi wartawan SIB via telepon selularnya, Senin (31/8) membenarkan adanya undangan pemanggilan terhadap beberapa SKPD untuk dimintai keterangan. Namun dirinya mengaku tidak mendalami secara rinci menyangkut persoalan dan berapa jumlah SKPD yang akan diundang. “Namun ada beberapa,” katanya singkat.

Sementara itu, Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara mendesak Kejaksaan Agung RI untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi kas Pemkab Langkat TA 2000-2007 senilai Rp 102,7 miliar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, hampir setengah tahun sejak kasus mega korupsi itu dilaporkan oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Prof Dr Anwar Nasution ke KPK tanggal 16 Maret 2009 lalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa kasus tersebut ditindaklanjuti.

Dalam laporan kepada KPK dengan nomor 26/R/S/I-XXV/03/2009 tertanggal 16 Maret 2009 tersebut, Ketua BPK RI menyebutkan, setelah dilaksanakan pemeriksaan investigatif atas pengelolaan dan pertanggungjawaban Kas Daerah Tahun Anggaran 2000 s/d 2007 pada Pemerintah Daerah kabupaten Langkat, disimpulkan telah terjadi kerugian Negara/daerah sekurang-kurangnya Rp. 102.787.739.067,- . Uang sebesar itu diduga digunakan atau diserahkan pada mantan Bupati Langkat atau beberapa pihak ketiga atas perintah mantan Bupati Langkat.

Kerugian tersebut akibat penggunaan kas daerah untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak dianggarkan. Dari jumlah itu, di antaranya Rp21,5 miliar dipertanggungjawabkan seolah-olah digunakan untuk membiayai kegiatan pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).

Selain itu, terdapat pungutan yang dilakukan Dinas PUD Langkat sebesar Rp 8,5 miliar. Di mana uang hasil pungutan tersebut diserahkan juga pada Bupati Langkat atau pihak ketiga atas perintah Bupati Langkat.

“BPK RI merupakan Institusi negara yang bertugas melakukan audit terhadap penggunaan keuangan negara dan daerah dan institusi ini juga merupakan saksi ahli dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Jadi jika institusi ini sudah menyatakan telah terjadi kerugian negara/daerah, seharusnya tidak ada alasan bagi KPK untuk tindak sesegera mungkin menuntaskan kasus tersebut,” kata Koordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis, Senin (31/8) di Stabat.

Ditambahkan oleh Togar Lubis, kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp102 miliar kas Pemkab. Langkat ini mungkin merupakan kasus terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di Sumut. Jadi, menurut Togar, dengan tidak dituntaskannya kasus tersebut oleh KPK akan memunculkan asumsi bagi publik bahwa terjadi dugaan suap terhadap oknum-oknum di KPK dalam penanganan kasus ini.

“Kalau benar KPK telah melakukan penyelidikan dengan mengudang KPK, mari kita tunggu hasilnya. Karena kasus tersebut telah cukup lama dan belum ada penuntasannya, sehingga tidak akan muncul asumsi negatif di tengah-tengah masyarakat,” jelas Togar Lubis.

Informasi yang diperoleh sumber beberapa SKPD yang disebut-sebut akan diperiksa KPK di antaranya Kadis PU Langkat, Kadis P dan P, Kadis Perikanan dan Kelautan, mantan Kabag Humas, Kadis Peternakan, Kabag Sosial dan lainnya. (M-29/m)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: