Kontemplasi: SHORT TEE IS RIGHT HERE !!


Oleh : Tondi

SESUNGGUHNYA tidak selalu sulit untuk menemukan hikmah atas setiap kejadian. Mungkin kita hanya butuh sedikit waktu dan perenungan. Memang benar, terkadang sulit untuk menerima sesuatu kebenaran sebelum menampakkan diri secara nyata di depan mata dan menyadarkan seluruh jiwa dan raga. Betapa sering bertemu kesukaran untuk membayangkan dan menerima kebenaran tentang buruknya sesuatu sebelum sesuatu itu sendiri benar-benar terjadi: katakanlah musibah.

Bukankah Antasari Azhar tahu persis dan memang bersumpah menjadi pemimpin nomor satu pada sebuah lembaga superbody yang diberinama KPK, missinya untuk membabat habis korupsi di Indonesia yang sudah menjadi musuh nomor satu itu sebelum akhirnya ia membuat testimony tentang perilaku korpsnya yang begitu jauh dari missi?

Ketika laut terbelah untuk Musa dan orang-orang yang dicintainya, Firaun mungkin hanya melihatnya segerombolan mangsa empuk yang segera akan dibekuk sebelum akhirnya penguasa zolim itu tenggelam, dan apa bisikan hati Firaun dan konco-konconya saat nafas terakhir di permukaan air yang segera menelan mereka? Mungkin ia menyebut sesuatu yang dapat diidentifikasi sebagai penyesalan dan permohonan ampun kepada sesuatu kekuatan yang ternyata lebih dahsyat dari yang ada dalam bayangannya selama ia berkuasa. Ia mungkin ingin bertaubat.

Apa gerangan yang difikirkan Soeharto sebelum akhirnya mengumpul seluruh menteri dan para petinggi negara untuk membuat legal dan legitimated tindakan politik mengundurkan diri dari jabatan yang digenggam-eratnya 3 dasawarsa, meski pada setiap awal periode ia angkat sumpah untuk hanya berbakti bagi kemaslahatan rakyat? Ia mungkin menganggap mengundurkan diri itu sebagai sebuah pernyataan taubat.

Benarkah setelah menerima uang untuk pilihan tertentu di TPS tidak ada rasa penyesalan bagi rakyat lapar setiap kali terjadi pemilihan umum? Benarkah mereka tak pernah mau tahu martabat bangsa yang terkoyak setiap mereka menggadaikan aspirasi politik mereka? Rakyat lapar itu pastilah menyesal dan ingin bertaubat.
Itulah sekelumit dari kisah-kisah orang khilaf.

Short Tee is right here, my friend !!
Meskpun tak selalu sulit untuk menolak pandangan bahwa terkadang musibah itu diundang, tetapi kesediaan menerima fakta memang begitu sulit. Kalau tidak, maka katakanlah musibah itu sesungguhnya diramu dan dibangun dalam sebuah relational yang tampak luarnya seperti sebuah kebersamaan. Tetapi dalam kebersamaan itu selalu ada dalang. Dalam kedalangan itu ada kenistaan. Kenistaan yang menghancurkan. Begitu gelap. Siapa mengorbankan siapa. Wah, sungguh terlalu kejam arena ini. Liar benar.
Short Tee is right here. Yes, right here!!!

Aku cinta segala yang kumiliki dan semua obsesi yang kugariskan untuk diraih. Itu sebuah fundasi, kokoh. Kubangun itu bersama seluruh peserta kongres nurani kemaslahatan yang jumlahnya tak terhitung. Aku memperkenalkan diriku dengan semua keanekaragaman itu dan memilih sesuatu dalam harmoni di antara keberagaman. Telah lama kubuka channel itu, dan kusiapkan diriku untuk tak sendiri dalam keramaian yang terus-menerus berubah di antara berkas-berkas sinar mentari yang memanaskan kulit, menusuk ke tulang dan mendidik pacuan jantungku dalam ritmik yang serasi. Aku terkadang tak selalu memilih dan mungkin juga tak berhak memilih. Aku juga mungkin kerap terpilih. Kau tahu kan, kawan, memilih dan dipilih itu cuma perulangan lazim dalam posisi yang dipertukarkan oleh peran.

Ada koma dalam kalimat, dan akhirnya ada titik. Titik menantimu, kawan. Itulah sebuah bisikan nalar berbasis argumen yang kuat.
Aku ingin hadir di relung hatimu, dan itu pasti dalam kondisi terbaik membangunkanmu. Aku ingin menyertaimu, dalam asa yang membangun. Aku tetap akan menyantuni jiwamu yang menjadi tercerahkan, selalu.

Short Tee right here, my friend. Short Tee is right here just for you all.

bersambung………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: