“Persembahan Terakhir” DPRD Sumut Mengecewakan Rakyat RAPBD Sumut 2010 Disetujui


sumber : www.harian-global.com

Written by Ledi
Friday, 04 September 2009 09:29

090904_dprdAkhirnya semua fraksi di DPRD Sumut sepakat untuk menerima Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2010. Padahal dalam pembahasannya ditemukan banyak kejanggalan, namun tetap diteruskan untuk kemudian disahkan sebagai Perda.

“Persembahan DPRD Sumut yang terakhir ini, tidak memberikan yang terbaik bagi rakyat, padahal kita berharap APBD Sumut 2010 dapat dinikmati rakyat,” kata Elfenda Ananda, Sekretaris Eksekutif FITRA, Kamis (3/9).

Menurutnya paripurna terakhir yang dihadiri setidaknya 73 anggota dewan itu dengan tiga kali skors sebanyak 3 kali karena tidak kuorum ini merupakan paripurna terakhir sebelum pelantikan anggota dewan periode 2009-2014 yang direncanakan 14 September mendatang.

“Kita kecewa dengan DPRD Sumut yang telah memberikan persetujuan terhadap RAPBD 2010 ini,” katanya. Soalnya, dalam pembahasan RAPBD 2010 ini tidak mengakomodir kepentingan rakyat secara utuh dan terdapat kejanggalan.

Ini terlihat dari terdapatnya perbedaan nominal antara Panggar DPRD Sumut dan nota keuangan yang disampaikan Gubsu.

“Ini menunjukkan, politik anggaran hanya berkutat pada elite di eksekutif dan legislatif saja. Kita nggak tahu memang apakah ada kesempatan elite dengan eksekutif. Tapi aroma itu dapat dirasakan,” katanya menyayangkan proses pembahasan RAPBD 2010 yang tidak akurat dibahas dan diteliti dengan baik.

APBD Sumut Rp3,8 T

Pada rapat paripurna dipimpin ketua dewan Hj YWR Darmataksiah dan dihadiri Gubsu H Syamsul Arifn dan Sekdaprovsu RE Nainggolan, seluruh fraksi di DPRDSU menyatakan setuju RAPBD Sumut 2010 senilai Rp 3,833 triliun untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda).

APBD Sumut tahun anggaran 2010 yang disetujui itu defisit Rp398,669 miliar lebih dengan pendapatan diproyeksikan Rp3,435 triliun sementara belanja Rp3,833 triliun lebih.

Meski disetujui secara aklamasi, namun sejumlah fraksi tetap mencantumkan beberapa catatan yang harus dijadikan pedoman oleh Pemprov Sumut dalam melaksanakan fungsi anggaran serta tugas-tugas pelaksana pembangunan.

Lima Besar

Gubsu Syamsul Arifin dalam sambutannya mengatakan defisit anggaran akan dapat ditutupi dengan penerimaan pembiayaan yang besarnya diperkirakan mencapai Rp 458,843 miliar selama tahun 2010.

Gubsu menyatakan, akan melengkapi berbagai dokumen administrasi yang diperlukan sebagai bahan evaluasi bagi Mendagri, terhadap Ranperda APBD 2010 sebelum diperdakan. Termasuk menyikapi saran dan tanggapan dari fraksi-fraksi di DPRD Sumut.

Menurut dia, penetapan Perda APBD 2010 jauh sebelum tahun pelaksanaan anggaran dimulai, merupakan motivasi tersendiri bagi Pemprovsu untuk dapat menyiapkan seluruh proses administrasi berkaitan persiapan pelaksanaan APBD dengan baik dan tepat waktu. Diharapkan awal Januari 2010 seluruh SKPD sudah dapat mengimplementasikan APBD itu sesuai ketentuan.

“Dengan demikian seluruh proyek dan kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Hal ini berdampak pada percepatan pelaksanaan proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubsu.

Selanjutnya RE Nainggolan, Sekdaprovsu lewat Kadis Kominfo Provsu, Drs H Eddy Syofian MAP menyatakan penetapan RAPBD 2010 itu menjadi catatan, prestasi dan sejarah bagi anggota dewan. Karena lewat penetapan ini telah membuat APBD Sumut 2010 masuk dalam lima besar tercepat di Indonesia ke Depdagri.

LEDI-ISVAN WAHYUDI | GLOBAL|MEDAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: