DPRD SUMUT HANYA GERTAK SAMBAL


sumber : www.harian-global.com

Written by Redaksi Web
Friday, 04 September 2009 09:29

Lagi-lagi moral anggota DPRD kita dipersoalkan. Dugaan “Gertak Sambal” para anggota DPRD di lembaga legislatif yang mengkritisi kebijakan eksekutif tak melesets sedikitpun. Hampir seluruh usulan yang diajukan Gubsu disetujui para anggota DPRD Sumut.

Dalam rapat paripurna pengambilan keputusan RAPBD Sumut 2010 di gedung dewan, Kamis (3/9) “persembahan terakhir” DPRD Sumut mengecewakan rakyat. Bagaimana tidak, RAPBD Sumut 2010 Disetujui para anggota kita. Padahal jika “dikuliti” satu per satu, banyak proyek eksekutif yang terkesan pemborosan, bertolak belakang dengan konsep pembangunan Gubsu Syamsul Arifin yang menyebutkan Rakyat Tidak Lapar, Rakyat Tidak Bodoh dan Rakyat Tidak Sakit.

Sebelumnya, pembahasan RAPBD Sumut 2010 itu mengundang banyak reaksi keras dari sejumlah kalangan, terutama lembaga anti korupsi. Bahkan Fitra, sebagai salah satu lembaga anti korupsi di Sumut ini sebelumnya memprediksi sikap kritis anggota DPRD Sumut terhadap point-point yang terdapat dalam RAPBD itu hanya “Gertak Sambal” belaka.

Terbukti memang, Kamis (3/9) kemarin, secara “koor” anggota DPRD Sumut menerima alias menyetujui RAPBD Sumut 2010 yang sarat dengan kepentingan elit politik.

Sikap kritis dan perjuangan sejumlah lembaga anti korupsi yang mengkritisi RAPBD Sumut 2010 itu seolah sirna begitu saja. Begitu juga media massa yang dengan konsern membedah dan menelanjangi satu per satu agenda kerja eksekutif. Artinya, “persembahan” terakhir DPRD Sumut mengecewakan rakyat, padahal sebelumnya kita semua berharap APBD Sumut 2010 dapat dinikmati rakyat.

Setelah disetujui, maka APBD 2010 bakal dinikmati segenap pejabat dan elit politik. Misalnya, Gubsu tak hanya punya mobil dinas bernilai miliaran rupiah, tapi ke luar daerah Sumut (seperti Langkat dan Pematangsiantar) pun akan tetap naik helikopter. Begitu juga proyek besar lainnya hingga proyek akal-akalan seperti merawat kolam ikan gubsu, beli gorden, taplak meja dan keset kaki yang nilainya ratusan juta rupiah.
Disetujuinya RAPBD 2010 itu, para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun bakal ikut “menggerogoti” uang rakyat. Dengan modus menciptakan proyek macam-macam dengan harapan ditampung dalam anggaran.

Persembahan terakhir anggota DPRD Sumut memang cukup menyakitkan rakyat Sumatera Utara. Moral yang disanksikan selama ini terjawab sudah. Ternyata para legislator kita “berkolaborasi” dengan pemerintah untuk menggerogoti uang rakyat, tanpa mengkritisi kebijakan yang diajukan para eksekutif. Tadinya, kita sama-sama berharap agar kritik pedas yang dilontarkan para anggota DPRD Sumut menyikapi RAPBD 2010 dapat terealisasi, tapi ternyata semuanya hanya “Gertak Sambal”.

Para anggota DPRD Sumut sekarang bakal memasuki masa purnabakti (pensiun). Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 bakal dilantik 14 September mendatang. Akankah moral anggota DPRD yang bakal duduk itu lebih baik? Atau malah lebih bobrok? Kita lihat sajalah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: