Derita Pemilik Kebun Karet di Langkat, Hasil Kebun Dijarah Laporan Dicueki Polisi


Sumber : Pos Metro Medan

Senin, 7 September 2009
STABAT-TUGAS pokok polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat tampaknya belum sepenuhnya terwujud di jajaran Polres Langkat. Sebagai bukti, polisi di sana malah menolak laporan warga yang jadi korban pencurian dengan seribu alasan.

Kalim Siswanto (51), warga Jalan Sudirman Lingkungan, II Setia, Kelurahan Perdamean, Kecamatan Stabat, Langkat adalah satu dari puluhan pengadu yang jadi korban ‘bola-bola’ polisi. Saat ditemui POSMETRO MEDAN di Polres Langkat, Kamis (3/9) siang. Kalim yang siang itu datang ditemani dua rekanya Syamsul Bahri dan Bayu Mahendra mengaku kecewa atas kinerja Polres Langkat. “Beberapa waktu lalu saya sudah buat laporankaret ke Polsek Padang Tualang, tapi tiga kali bolak-balik ke Polsek itu, pengaduan saya tidak juga diterima. Saya juga tak tahu masalahnya apa. Sementara, sampai saat ini kebun karet saya itu terus dideres pencuri,” beber Kalim.

Diceritakan Kalim,beberapa bulan lalu ia ada membeli sebidang tanah dari Hamdani (40) warga Dusun IV Parit Rimo, seluas 16.892 meter di kawasan Dusun IV Parit Rimo, Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Langkat. Surat pelepasan dan penyerahan ganti rugi tanah itu tertuang dalam Surat Keterangan (SK) Kecamatan Padang Tualang No. 592.2-59/SPPG/III/2009 tanggal 27 Maret 2009 yang ditandatangani Ibnu Nasyith, Kepala Desa, Besilam. Syarifuddin, Kepala Dusun, Paluh Medan, dan Maryadi S.Sos selaku pegawai Kantor Kecamatan Padang Tualang dan Kepala Kecamatan Padang Tualang, Nuryansyah Putra S.STP.

Usai membeli tanah tadi, Kalim mengusai lahan tersebut. Dua bulan memanen hasil tanahnya, masalahpun muncul. Sekelompok orang datang mengambil karet Kalim dengan cara menderesnya. Bahkan, getah yang dideres oleh pekerja korban diangkati pelaku. Saat pekerja korban menderes di kawasan itu, sekelompok orang tadipun selalu menghalang-halangi dan mengancam pekerja korban sehingga membuat resah korban dan pekerjanya.

Hal ini telah berlangsung selama lima bulan lebih. Hasil di tanah Kalim tiap harinya diambili oleh pelaku. Tak mau terjadi bentrok fisik di lahanya, Kalim pun menempuh jalur hukum dengan melaporkan masalah itu ke Polsek Padang Tualang. Sayangnya, respon petugas di sana dingin dengan masalah ini. Tiga kali melapor ke Polsek, tak sekalipun pengaduannya ditanggapi. Kecewa dengan kinerja Polsek Padang Tualang, Kalim membawa masalahnya ke Polres Langkat. Tapi setelah tiga kali melapor ke Polres Langkat, lagi-lagi pengaduannya dimentahkan petugas. “Saya datang melapor kemari udah yang ke empat kalinya hari ini,” ujar Kalim. Ditambahkannya, tiap kali melapor, petugas selalu mengatakan kalau dirinya tidak bisa melaporkan kasus pencurian tersebut, yang bisa dilaporkan korban adalah orang yang tanahnya dibeli korban.

“Saya nggak mengerti dengan polisinya, masak saya mau melaporkan kasus pencurian dan pengrusakan di tanah saya malah disuruh melaporkan orang yang tanahnya saya beli. Inikan aneh, dalam hal ini saya tidak merasa ditipu oleh si penjual tanah, jadi kenapa pulak meski dia (penjual tanahnya-red) yang saya laporkan. Saya tidak tahu apa-apa, yang saya tahu saya membeli tanah tersebut secara sah dan di dalamnya telah tumbuh tanaman karet. Tentang siapa yang menanam itu kan bukan urusan saya, jadi kayaknya polisi memang mencari-cari alasan saja untuk tidak menerima pengaduan saya. Kalau seperti ini mau ke mana lagi kita masyarakat lemah ini mengadu,” ketus Kalim. Terpisah Kapolres Langkat AKBP Drs. H Dodi Marsidy ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN via telepon berjanji akan mengecek kebenaran informasi itu. “Nanti saya cek dulu permasalahanya,” jawab Kapolres dalam pesan singkatnya. (Darwis)

Satu Tanggapan

  1. lha, polisinya lum dikasih subsidi mungkin, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: