Penyakit Chikungunya Mewabah, K-SEMAR Sumut Minta Dinkes Langkat Turun ke Desa Sala Haji


Sumber :harian bersama

Tanggal : 27-08-2009
LANGKAT, BERSAMA Koordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Langkat sejauh ini belum ada tanggapan untuk menanggulangi atau pencegahan penyakit chikungunya yang melanda penduduk Desa Sala Haji menyusul mewabahnya penyakit yang telah menyerang 60 persen lebih warga Desa Sala Haji Kecamatan Pematang Jaya Langkat tersebut.

“Masalah penyakit chikungunya yang telah merambah di beberapa daerah di Kabupaten Langkat itu, sudah berkali-kali diberitakan beberapa media cetak terbitan Medan, namun sampai saat ini, Kadis Kesehatan Stabat Langkat terkesan tutup mata,” kata Togar Lubis kepada wartawan, Selasa (25/8) di Stabat Langkat,

Dibeberkannya, hamper 60 persen warga Desa Sala Haji Kecamatan Pematang Jaya terserang chikungunya. Bahkan soal wabah penyakit chikungunya itu telah diberitakan dua kali oleh media cetak harian terbitan Medan. Ironisnya, sebut dia, sampai detik ini belum ada dari pihak Pemkab Langkat maupun Dinas Kesehatan Langkat yeng perduli dengan nasib dialami oleh warganya itu,

Bukan hanya itu, jelasnya, Kepala Desa Hamdan juga sudah berkali-kali memberitahukan atas musibah yang menimpa warganya itu kepada pihak kecamatan. “Lagi-lagi, tetap tidak pernah ada jawaban dari pihak kecamatan,” ungkap Togar lubis.

Misran (59), penderita penyakit chikungunya yang merupakan warga Desa Sala Haji saat ditemui wartawan di rumahnya mengatakan sangat kecewa atas tidak adanya tanggapan dari pemerintah untuk melihat nasib para warga yang sedang menderita penyakit chikungunya tersebut.

Pantauan BERSAMA, kehidupan Misran bersama Sulastri (istri) dan 10 orang anaknya yang tergolong kurang mampu’ karena pekerjaannya sehari-hari hanya bertani menanam padi.” Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi untuk biaya berobat saya,”sebut Misran sembari menambahkan kalaupun panen tetap tidak mencukupi karena sawah yang dikerjakannya disewa dari tetangganya.

Misran yang kini hanya bisa terbaring ditempat tidumya yang terlihat hanya kulit tanpa daging yang membungkus tubuhnya,dan tak dapat banyak bicara karena penyakit yang dideritanya semakin parah,’saya menangis karena saya memikirkan nasib anak-anak saya yang masih kecil-kecil yang butuh makan sehari-harin bagai mana saya memberinya makan sementara saya masih sakit dan belum bisa bekerja, kata Misran sambil menangis

Di tempat terpisah Kades Sala Haji Hamdan yang juga masih terbaring di tempat tidur rumahnya menyatakan hanya dapat pasrah dan tidak mau memberikan komentar lagi. Soalnya, kata Kades, ia sudah sangat bosan dengan prilaku pihak kecamatan yang sampai sekarang tidak ada menanggapi dan tidak penah datang melihat warga Desa -nya yang sudah hampir tiga bulan terserang penyakit chikungunya tersebut.WIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: