Sekdakab Langkat Lempar Bola Panas, Dituding Syamsul, Alihkan ke Kadis PU


Sumber : Harian Sumut Pos

LANGKAT- Kasus dugaan monopoli yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Langkat makin terkuak. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat Surya Djahisa mengaku sudah diperiksa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan monopoli tender di Dinas PU Langkat. “Saya juga diperiksa di KPPU soal dugaan monopoli ini,” Aku Surya ketika ditemui usai apel pagi, Senin (7/9).

Namun Surya menolak disebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, seperti tudingan mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin. Bola panas justru dilemparkan ke Kadis PU yang menjabat setelahnya. “Kalau soal itu yang lebih tahu ya Dinas PU, karena mereka yang mengerjakan masalah teknisnya,” bilang Surya mengelak Surya lalu membeber pembukaan tender yang pernah dilakoninya. “Saat itu saya yang mempersiapkan segala administrasi untuk proses tendernya. Begitu proses tender hendak dibuka Juli 2008, saya sudah tak menjabat sebagai Kadis PU, saya sudah ditarik menjadi Sekda pada Juni. Jadi yang melanjutkan itu, ya Kadis PU sekarang,” bebernya.

Terkait dugaan monopoli, Surya menjelaskan, di Langkat hampir seluruh perusahaan berada di bawah naungan Gapensi (Gabungan Pengusaha Konstruksi). Kondisi ini, katanya, menimbulkan kesan monopoli. Keadaan inilah yang dilaporkan ke KPPU sebagai dugaan monopoli tender.
“Kalau dulu, perusahaan besar maupun kecil, di bawah naungan satu asosiasi (Gapensi). Jadi semua dilakukan satu pintu. Makanya terkesan seperti monopoli,” jelas Surya membela diri.

Disinggung pemenang tender dua proyek raksasa, Jalan Lingkar Brandan dan Bendungan Irigasi Sei Lepan, Surya mengaku, “Keduanya di bawah naungan Gapensi, meski dirutnya beda,” sambunganya.

“Saya sudah ceritakan semua kepada KPPU. Saya juga senang dengan munculnya kasus ini, karena kita bisa belajar banyak dari KPPU terkait persaingan usaha yang sehat dalam melakukan tender,” tambah Surya sembari menunjukkan buku yang diterimanya dari KPPU.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu panitia tender Dinas PU Langkat mengakui, dua tender proyek senilai Rp24 miliar dimenangkan PT Sri Rahayu dengan Dirutnya bernama Sanggar dan proyek Irigasi dimenangkan PT Cipta Prasetia dengan Dirutnya Azaruddin Harahap Alias Bang Jahar.

Terpisah, menurut penuturan warga di sekitar proyek irigasi Sei Lepan, selain proyek yang terbengkalai, hingga kini masih ada pekerja yang belum menerima gaji dari pihak pengusaha.

“Dari pertama pengerjaan, suami saya sudah ikut dalam pembangunan proyek irigasi itu, tapi tiga bulan terakhir, dia tak pernah menerima gaji karena pemborong proyeknya tak pernah datang lagi. Sekarang suami saya sudah pergi merantau ke Aceh,” bilang Wasiem (34) warga sekitar Irigasi ketika menceritakan keluh kesah suaminya saat bekerja di proyek raksasa tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pihak panitia tender Dinas PU Langkat mengakui, dua tender proyek senilai Rp24 miliar dimenangkan PT Sri Rahayu dengan Dirutnya bernama Sanggar dan proyek Irigasi dimenangkan PT Cipta Prasetia dengan Dirutnya Azaruddin Harahap Alias Bang Jahar. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: