Harus Diambilalih KPK


Sumber : Harian Sumut Pos

Wednesday, 9 September 2009

MEDAN-Lambannya pengusutan dugaan korupsi kerjasama operasional (KSO) PTPN II dengan Koperasi Nuansa Baru di Kebun Limau Mungkur, membuat Gerakan Rakyat Penyelamat Harta Negara (Gerphan) kecewa.
Kekecewaan itu timbul karena Gerphan yang mengadukan dugaan korupsi itu ke Kejagung kemudian dilimpahkan ke Kejatisu. Gerphan juga curiga telah terjadi sesuatu di balik kelambanan itu.

Demikian disampaikan Direktur Gerphan Pusat, Janto Daermando, Selasa (8/9), saat dihubungi wartawan koran ini.
Janto mengaku mengantongi bukti-bukti dugaan korupsi PTPN II, terutama terkait kasus Kebun Limau Mungkur. Bukti-bukti itu juga telah dikantongi Kejatisu, karenanya dia mengaku heran, mengapa pengusutan kasusnya sangat lamban.

Dia bilang, pihaknya berani dikonfrontir oleh tim penyidik Kejatisu untuk membuktikan adanya dugaan korupsi di PTPN II.
Oleh karena itu, beberapa langkah pun ditempuh Gerphan untuk membuktikan dugaan korupsi di PTPN II. Salah satunya dengan meminta Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk mengaudit pembiayaan tak jelas di PTPN II. Dan syukurnya, ternyata BPK sudah lebih dulu melakukan hal itu. Tak hanya itu, Gerphan juga berencana meminta supervisi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih penanganan kasus ini.

Pasalnya, Gerphan yang sudah mencoba bersabar dengan menanti janji Kejatisu untuk serius menggarap kasus ini ternyata melempem. “Kalau memang tak ada perkembangan atas kasus ini, maka kami akan minta supervisi ke KPK agar mereka yang ambil alih kasus ini,” lanjut Janto. Begitupun, Gerphan tetap meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut tidak memandang kasus ini dari kacamata kuda. “Kepada Kajatisu,
ini Sumut bukan daerah lainnya yang pernah dijalani. Orang Sumut sudah pintar-pintar dan tak bisa dibodoh-bodohi. Ayolah, serius dalam
penanganan kasus ini,” pungkasnya.

Berita sebelumya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Maiyyasak Johan juga mengaku kecewa dengan pengusutan kasus itu. Karenanya, pembahasan soal lambannya pengusutan dugaan korupsi KSO Kebun Limau Mungkur antara PTPN II dan Koperasi Nuansa Baru, akan menjadi pembahasan Komisi III dengan Kajagung dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI, Kamis mendatang (10/9). Johan bilang, pihaknya akan meminta penjelasan Kajagung soal kasus itu. “Biasanya dalam setiap RDP, Kajagung selalu didampingi para kepala kejaksaan,” tukasnya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: