Soal Dugaan Korupsi 102 M di Langkat, Syamsul Arifin: Nanti Akan Saya Jelaskan


Sumber : Harian SINDO

Wednesday, 09 September 2009
MEDAN (SI) — Mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin berjanji mengklarifikasi persoalan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Langkat Tahun 2000–2007 yang sedang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Enggak tahu saya itu. Nanti kalau ada waktu saya jelaskan,” ujar Syamsul yang menjabat Bupati Langkat selama dua periode itu sambil meninggalkan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) kemarin. Walau saat ini memilih tidak memberi klarifikasi, Syamsul mengaku akan memberi penjelasan pada waktu yang tepat. Namun, dia tidak menyebutkan, apakah klarifikasi itu akan disampaikan ke KPK atau publik.

Seperti diketahui, dugaan korupsi yang berdasarkan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merugikan keuangan daerah sebesar Rp102,7 miliar sedang diselidiki KPK. Kasus ini berawal dari laporan audit BPK ke KPK bernomor 26R/S/I/XXV/03/2009 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kabupaten Langkat.

Hasil audit tertanggal 16 Maret 2009 itu menyebutkan telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban kas daerah pada Kabupaten Langkat pada 2000–2007 yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp102,7 miliar. Kerugian ini disebabkan penggunaan kas daerah untuk pengeluaran yang tidak dianggarkan dalam APBD.Pengeluaran itu,antara lain Rp21,5 miliar yang dipertanggungjawabkan seolaholah untuk membiayai kegiatan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Selain itu,terdapat pungutan hingga mencapai Rp8,51 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) kepada perusahaan-perusahaan pelaksana proyek. Uang itu diduga dinikmati oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat dan pihak ketiga. Belakangan, kasus ini diadukan kelompok masyarakat ke KPK pada 13 Juni 2009 dan sejak 14 Juli 2009 ditingkatkan ke tahap penyelidikan oleh Deputi Penindakan KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menegaskan bahwa KPK masih terus mengumpulkan buktibukti mengenai dugaan korupsi tersebut. Jika bukti yang didapat sudah akurat untuk memenuhi unsur-unsur dugaan korupsi, kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. Menanggapi diamnya Syamsul, anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal berpendapat sebaiknya kasus ini dijelaskan dengan baik ke masyarakat. Sebab, pada dalam kasus pidana, seseorang belum tentu dijadikan sebagai tersangka, bisa saja hanya menjadi saksi.

Kejujuran Syamsul sebagai pemimpin masyarakat Sumut sangat penting. Apalagi, selama ini kepercayaan masyarakat Sumut cukup besar terhadap Syamsul. “Yang penting dia jujur, katakan saja apa adanya. Akui saja kalau itu memang salah. Itulah risiko sebagai pejabat publik. Permasalahannya, apakah dia memilih kehilangan jabatan atau kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya. Politikus PDIP ini pun menyayangkan tanggapan Syamsul yang mengaku tidak tahu mengenai kasus yang sedang diselidiki KPK.

Sebagai bupati saat itu, Syamsul Hilal tidak yakin jika Syamsul tidak mengetahui permasalahan di lingkungan pemerintahan walaupun dalam penanganan proyek memang diserahkan langsung kepada SKPD. Hal yang sama juga terjadi kasus dugaan penyimpangan dalam tender proyek di Langkat yang diperiksa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Rasionalitas kita, jika dia menyatakan tidak tahu, berati dia berbohong,” tuturnya. Syamsul Hilal enggan berandai- andai dalam kasus ini. Hal terpenting, proses hukum pasti terus berjalan dan bisa saja meningkat ke tahap penyidikan jika bukti-bukti telah terpenuhi. (rijan irnando purba)

Satu Tanggapan

  1. Keadilan harus ditegakkan rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, dengan terkuaknya kasus korupsi di langkat berarti tegaklah supermasi hukum di negara ini. Jalan terus pantang mundur hukum para tikus2 berdasi yg bisa menyuap para kucing2 lapar di negeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: