Penuntasan Korupsi Dispora dan KONI Binjai Tersendat, Pemeriksaan Haris Harto Digantung Syamsul Arifin


Sumber : Pos Metro Medan

Senin, 28 September 2009

BINJAI-TERPILIHNYA Haris Harto dalam Pileg 9 April 2009 lalu diharapkan tidak mengulur waktu pengusutan dugaan korupsi bantuan olahraga di Dispora dan KONI Binjai sebesar Rp 1,7 miliar yang diduga melibatkan dirinya. Demikian ditegaskan Pentolan Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis menanggapi kasus yang kini jadi pembicaraan hangat masyarakat Binjai itu pada POSMETRO MEDAN, kemarin (27/9) siang.

“Pengusutan dugaan korupsi Dispora dan KONI Binjai ini terkendala karena tak ada surat izin dari Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin terkait pemanggilan Haris Harto yang kini kembali berstatus sebagai anggota Legislatif DPRD Binjai. Untuk itu, kita mendesak Gubsu segera mengeluarkan izin pemeriksaan Haris Harto untuk mempertanggung jawabkan adanya dugaan kasus korupsi dimasa kepemimpinannya sebagai Ketua KONI tahun 2007 silam,” tegas Togar.

Bukan hanya itu, Togar juga meminta Gubsu untuk merespon dan tidak ragu-ragu memberantas korupsi di daerah dengan menandatangani surat izin dari Kapoldasu untuk memberikan izin pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan Ketua DPRD Binjai itu. Apalagi,lanjut Togar, sebelumnya beredar isu, ada oknum petinggi polisi yang justru berupaya menghentikan penyidikan kasus itu.

Hal senada juga diminta Gerakan Masyarakat Mahasiswa Peduli Hukum (GEMMPUH) Binjai. Mereka meminta, agar Ketua KONI Binjai yang juga mantan Ketua DPRD Binjai Haris Harto yang juga ikut dilantik menjadi anggota dewan yang baru segera diperiksa oleh pihak kepolisian berkaitan dengan dugaan penyimpangan dana KONI sebesar Rp 1,7 miliar TA 2007 lalu itu.

Namun saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim AKP.M.Taufik malah membantah isu itu. Taufik mengaku selama penyidikan tidak ada intervensi dari petinggi Polri dalam kasus ini, dan ia juga berjanji akan membuktikan keseriusannya dalam menangani kasus tersebut. “Karena masyarakat telah menunggu gebrakan polisi dalam menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi KONI ini dan ingin mengetahui siapa aktor yang bermain di dalamnya. Apakah dana itu digunakan untuk pembinaan olahraga atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Jadi kita nggak main-main dalam kasus ini,” tegas Taufik.

Sementara berdasarkan sumber di Mapolresta Binjai, pihak Polresta Binjai masih menunggu surat izin pemeriksaan mantan Ketua KONI ini dari Gubsu, Syamsul Arifin. Menurut sumber itu, surat izin pemeriksaan dari Kapoldasu tersebut sudah ditandatangani Wagubsu dan hanya menunggu tekenan Gubsu saja. “Apabila suratnya telah ditandatangani Gubsu dan sampai ke Polresta Binjai, maka dengan secepatnya akan kita panggil Haris Harto untuk diperiksa,” tegas sumber POSMETRO MEDAN berpangkat perwira.

Sebelumnya pihak Polresta Binjai telah melakukan pemeriksaan pada sekitar 40 orang saksi terkait dugaan korupsi di tubuh Koni Binjai tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu mulai dari pengurus KONI, atlet, Kadispora Binjai, para pemilik toko yang berkaitan dengan KONI ini. Polisi berharap agar surat izin tersebut secepatnya turun dari Gubsu sehingga penuntasan kasus dugaan korupsi ini bisa cepat diteruskan ke JPU. Karena pihak Keaksaan telah siap menerima berkas penyidikan kasus dugaan korupsi dari polisi. (Aswin)

Berita Terkait :
– Harian SIB : Polisi Masih Menunggu Izin Gubsu Untuk Pemeriksaan Haris Harto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: