Dugaan Korupsi Rp 102,7 M Terus Diusut, KPK Periksa Pejabat Langkat, Syamsul Arifin Menyusul


Sumber : Pos Metro Medan

Gubernur Sumut H.Syamsul Arifin

Gubernur Sumut H.Syamsul Arifin

Selasa, 29 September 2009
JAKARTA-MESKI pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang aktif tinggal tersisa dua orang, yakni Haryono Umar dan Moh Jasin, namun proses penyelidikan dan penyidikan sejumlah kasus korupsi terus berjalan. Karena itu, proses penyelidikan dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007, hingga kini masih berlangsung.

Berdasarkan keterangan Wakil Ketua Tim Upaya Pemberantasan Korupsi Dewan Perwakilan Daerah (TUPK-DPD) Yoppie S Batubara yang kemarin (28/9) sore bertandang ke KPK, Wakil Ketua KPK Haryono Umar yang menemuinya menjelaskan, bahwa kasus Langkat masih dalam proses pengusutan.

“Tadi kasus yang diduga terkait dengan Gubernur Sumatera Utara itu (kasus Langkat, red) juga dijelaskan kepada kami, bahwa itu masih ditangani. DPD mendorong agar prosesnya jalan terus, KPK nggak usah takut,” ujar Yoppie. Anggota DPD asal Sumut itu datang ke KPK bersama tiga rekannya dari TUPK-DPD, termasuk Ketua TUPK-DPD, Marwan Batubara. Mereka ditemui Haryono Umar, penasehat KPK Abdullah Hehamahua, dan Sekjen KPK Bambang Sapto Pratomosunu.

Sementara, Marwan Batubara dalam keterangan persnya usai pertemuan mengaku, kedatangan mereka ke DPD guna memberikan dorongan agar KPK tetap melanjutkan kasus-kasus yang sedang ditangani, baik yang masih dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. “Kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi di daerah yang sudah ditangani harus terus ditindaklanjuti. Ada 30 kasus, termasuk di Sumut, Sulawesi Tenggara, dan sejumlah daerah lain,” terang Marwan, anggota DPD asal DKI Jakarta.

Dia bercerita, sebagai anggota DPD dirinya selalu menerima aspirasi dari masyarakat di daerah yang menghendaki eksistensi KPK tetap terjaga. “Masyarakat di daerah berada di belakang KPK,” tegasnya.

Sumber koran ini di internal KPK menyebut, pihak-pihak terkait, terutama sejumlah pejabat Pemkab Langkat, silih berganti masih dimintai keterangan sebagai saksi. Bahkan, prosesnya sudah masuk ke soal penghitungan kerugian negara.

“Kita mesti cermat kalau menyangkut hitung-hitungan kerugian negara. Kita minta bantuan ahlinya untuk menghitung kerugian negara kasus Langkat,’ ujar sumber yang enggan disebutkan namanya itu. Pasalnya, dia bukan pegawai KPK yang diberi kewenangan memberikan keterangan ke wartawan. Biasanya, untuk menghitung kerugian negara akibat korupsi, KPK minta bantuan auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), seperti dilakukan pada kasus korupsi APBD Kota Medan.

Temuan BPK, lanjutnya, tidak serta merta dijadikan alat bukti, melainkan hanya sebagai petunjuk awal guna mengungkap kasus di Langkat itu. Sumber itu juga menjelaskan, hingga kemarin mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin belum pernah dimintai keterangan di KPK. “Yang dimintai keterangan sebagai saksi masih pejabat-pejabat teknis,” ujarnya, seraya mengaku tidak hafal nama-nama pejabat Langkat yang sudah dimintai keterangan.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus Langkat ini tidak terlepas dari rekomendasi BPK yang ditujukan ke Ketua KPK, melalui surat tertanggal 16 Maret 2009. Dalam surat rekomendasi itu antara lain ditulis, ‘BPK berkesimpulan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam pengelolaan dan pertanggung jawaban kas daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat yang merugikan keuangan daerah sekurang-kurangnya sebesar Rp102.787.739.067. Uang sebesar itu diduga digunakan atau diserahkan kepada Bupati Langkat atau beberapa pihak ketiga atas perintah Bupati Langkat.’ (sam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: