Hanya Karena Tidak Kerjakan PR, Siswa di Binjai Dipukul Hingga Muntah


Sumber : Pos Metro Medan

Sabtu, 3 Oktober 2009
BINJAI-BUDAYA kekerasan tampaknya terus menjadi wajah kelam negeri ini. Celakanya, itu juga lama menjalar ke dunia pendidikan. Akibatnya, banyak guru tak pantas diguru.

Di Binjai, kasus teranyar terungkap kemarin. PS (15), siswa kelas I di SMAN 4 Binjai dilaporkan dia dianiaya guru biologinya, berinisial S. Gara-gara lupa bikin PR saat libur lebaran lalu, remaja warga Jalan Ikan Nila, Gang Nila II, Asrama Korem, Kecamatan Binjai Timur itu dipukuli hingga muntah berkali-kali. Peristiwa ini hingga kemarin membuat heboh seisi sekolah yang berada di Jalan Cut Nyak Dhien, Kecamatan Binjai Timur itu.

Informasi dihimpun POSMETRO MEDAN dari sejumlah siswa/i SMAN 4 Binjai menyebutkan, pemukulan yang dilakukan S terjadi di hari pertama masuk sekolah pada Senin (29/9) lalu. Akibat pemukulan itu, siswa itu sempat mendapat perawatan intensif di ruang IGD RSU dr Djoelham Binjai. “Iya, memang ada kemarin anak kelas I SMU yang dirawat di sini, katanya ia dipukul gurunya gara-gara tak mengerjakan PR,” aku seorang perawat di rumah sakit milik Pemko Binjai itu.

“Memang guru biologi itu agak ringan tangan. Kami memang sering dipukulinya. Waktu itu kan hari pertama masuk sekolah, saat itu bertepatan mata pelajaran biologi, memang ada PR pas sebelum libur kemarin, ya mungkin lupa dikerjakan kawan kami itu. Karena itulah kening kawan kami itu didipukul,” beber beberapa teman sekelas sekelas PS pada POSMETRO MEDAN.

Sementara itu,beberapa guru sekolah SMAN 4 Binjai yang ditemui POSMETRO MEDAN malah membantah aksi pemukulan itu. “Nggak ada itu, memang siapa namanya? Kami nggak tau itu, kalau guru biologi (S) itu lagi ke luar. Kasek juga sedang tidak ada, cari tau aja dulu siapa nama siswanya, kelas berapa kan lebih enak kalau jumpa langsung, jadi bisa tau bagaimana persoalannya,” ketus beberapa guru SMAN 4 Binjai saat ditemui POSMETRO MEDAN di kantornya.

Meski para guru itu membantah, tapi paman PS berinisial N (43), warga Jalan Ikan Nila, Gang Nila II, Binjai Timur saat ditemui POSMETRO MEDAN membenarkan kejadian itu. Dikatakan N, sejak orang tuanya pisah, ia yang merawat PS, apalagi saat ini ibu PS bekerja sebagai TKI di Malaysia. Menurut N, awalnya ia curiga melihat kondisi PS yang terlihat lesu sepulang sekolah. Bukan itu saja, selain murung dan tak bergairah, PS sempat dilihatnya muntah-muntah.

“Saya sudah curiga, karena PS tak bisanya seperti itu. Saat saya tanya, PS mengaku telah dipukuli oleh gurunya karena tak mengerjakan PR. Ketika itu, PS mengaku kepalanya sakit semua, setelah keningnya dipukul guru (S-red) terebut. Takut terjadi apa-apa, hari itu juga saya langsung bawa PS ke RSU dr Djoelham. Untunglah, dokter bilang PS tidak kenapa-kenapa,” beber N. Meski kemanakannya divonis sehat oleh dokter yang memeriksanya, tapi N sempat berang, hingga ia sempat mengajukan protes, tapi pihak sekolah tak menggubrisnya. “Tapi kemarin siang,setelah kita melakukan kontak telepon, S didampingin Kasek akhirnya datang ke rumah untuk berdamai. Memang saya tak mau membesar-besarkan masalah ini. Makanya kasus itu tak kami laporkan ke polisi. Meski begitu saya juga tak mungkin membiarkan aksi kekerasan itu terjadi begitu saja, apalagi pemukulan itu membuat kemanakan saya takut sekolah,” bilang N pada POSMETRO MEDAN.

Terpisah, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Sumut, Togar Lubis yang dikonfirmasi POSMETRO MEDAN mengecam tindakan guru yang melakukan kekerasan terhadap siswanya itu. “Dinas P dan P Binjai harus memberi sanksi pada oknum guru yang memukul siswanya itu. Karena bagaimana pun tindak kekerasan tak bisa diterima dan dibiarkan terjadi di lingkungan sekolah. Jika Dinas P dan P Binjai tak memberi sanski, kita khawatir akan berdampak buruk bagi siswa lain, terutama yang mengalami kejadian itu. Bisa saja siswa yang bersangkutan trauma atau tak nyaman berada di sekolah. Bila perlu oknum guru tersebut dipindahkan, bila perlu dipecat saja sekalian. Ini perlu demi kemajuan dunia pendidikan Binjai ,” tegas Togar berang.

Kadis P dan P Binjai, melalui Kabid Tenaga Pendidikan dan Pendidikan Luar Sekolah, Ghazali Pane saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN via telepon sellulernya membenarkan kasus pemukulan yang dilakukan S terhadap anak didiknya itu. “Ya, kita sudah dengar kasus itu, kemarin kita juga sudah panggil guru bersangkutan. Tapi saat diperiksa, S bantah memukul, katanya ia hanya menyentuh kening siswa itu. Tapi apa pun ceritanya, kekerasan tidak diperkenankan di lembaga pendidikan, karena itu oknum guru tersebut akan kita jatuhkan sanksi tegas,” tandas Ghazali Pane tanpa menjelaskan sanksi yang bakal mereka jatuhkan terhadap oknum guru yang dicap ringan tangan tersebut. (Aswin)

Satu Tanggapan

  1. guru, digugu lan ditiru.

    beginilah nasib guru jika sudah mengabdi 40 tahun tapi belum diangkat juga.

    tapi kalau udah diangkat apa akan jadi lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: