Besilam Berdarah Lagi


Sumber : Pos Metro Medan

Mustafa saat diperiksa di Polsek Padang Tualang

Mustafa saat diperiksa di Polsek Padang Tualang

LANGKAT-BELUM genap sebulan kematian tragis Hj Basariah (65), paranormal tersohor asal tanah bertuah Besilam, daerah keramat itu kembali mendulang darah. Seorang pemuda tewas dengan luka tusukan di dada, pungung dan perut.

Pemuda malang itu sempat dirawat medis selama beberapa malam di RSU dr Pringadi Medan. Namun kemarin malam sekitar pukul 23.15 Wib, ia menghembuskan napas terakhir di salah satu ruangan milik Pemko Medan itu, lantaran tak mampu menanggung luka yang menusuk jantungnya.

Adalah Ansor Nasution (25) nama korban itu. Dia tinggal di Dusun Paluh Medan, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang. Dia tewas di tangan Mustapa (27), sohibnya karibnya, warga yang sama.

Jasad Ansor sudah disempurnakan keluarga ke liang lahat. Sedang Mustapa, ia telah ditangkap polisi dan kini meringkuk di dalam sel Polsek Padang Tualang.

Menurut keterangan yang dihimpun Darwis Sinulingga, Reporter POSMETRO MEDAN, pembunuhan ini berawal dari masalah sepele, antara Ansor dan Mustafa.

Saat itu, Mustapa mendapat pesan singkat (SMS) yang dikirim oleh seseorang tak dikenal. Dari bahasa SMS yang masuk ke Hand Phonenya, Mustapa yakin pengirimnya adalah seorang wanita.

Begini isi pesan singkat itu, “Aku mendambakan seorang laki-laki yang bertangung jawab seperti abang. Dan abanglah sosok laki-laki yang kucari itu. Aku lebih suka abang ketimbang Ansor.”

Karena tidak mengenal nomor si pengirim dan tak terdaftar di HP-nya, Mustafa tidak menjawab pesan tadi. Pemuda ini lalu memperlihatkan SMS tersebut kepada sahabatnya, Ansor.

“Aku ada dapat SMS dari seseorang. Kurasa dia cewek, tapi aku nggak pernah kenal sama nomornya. Coba kau lihat. Ini SMS nya, apa kau tau?” ujar Mustapa seraya memberi HP-nya pada Ansor.

Setelah mengamati beberapa saat, Ansor nyeletuk. Katanya pengirim SMS itu adalah pacarnya—kita sebut saja namanya Dina—. “Begitu membaca SMS tersebut, Ansor langsung bilang kalau itu nomor pacarnya. Lalu aku bilang kalau begitu, mungkin dia (Dina-red) salah kirim. Biar nggak jadi masalah, pesan ini kita hapus,” beber Mustapa menulangi pembicaran dengan Ansor kala itu.

Tapi sejak saat itu, Ansor tak pernah lagi mau duduk dengannya. Bahkan untuk menegur pun sudah tidak pernah lagi. Padahal, Mustafa sudah mencoba menyapa setiap kali berselisih jalan atau bertatap muka di kampung mereka.

Sejak itu, muncullah kebencian Mustafa. Tepat Kamis (1/10), sewaktu mencari kerja, Mustafa bertemu lagi dengan Anshor. Untuk kesekian kali mencoba menegur, tak juga ada jawaban.

Kesal bukan main, Mustafa akhirnya pitam dan nekad mencabut pisau dari pinggangnya hingga menikamkannya ke tubuh Ansor berulang kali. Seketika, Ansor terkapar bersimbah darah.

Usai melampiaskan kemarahannya, Mustafa membuang pisau yang digunakan menikam Ansor ke sebuah sungai. Dari situ, dia begegas meninggalkan kampung itu menuju Duri, Riau untuk bersembunyi.

Sementara Ansor, yang diselamatkan warga dalam keadaan kritis, langsung diberi pertolongan medis dan dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan. “Aku langsung kabur ke Duri. Aku nggak tahu lagi kondisi Ansor seperti apa,” katanya.

Pada Darwis, Reporter POSMETRO MEDAN yang mewawancarainya di Polsek Padang Tualang, Mustafa mengaku, pisau yang dibawanya itu dibawanya untuk mencari kerja.

“Pisau itu untuk mencari kerja. Biasalah, mocok-mocok di kebun-kebun warga. Hanya kebetulan aja aku ketemu lagi dengan Ansor,” aku Mustafa sembari mengatakan, tak tahu entah berapa kali dia menikam tubuh sahabatnya itu.

Mustafa juga mengaku menyesal atas perbuatannya. Karena pada saat peristiwa naas itu terjadi, dia gelap mata karena tingkah korban yang tak menganggapnya sebagai teman.

Kapolsek Padang Tualang AKP Azhari melalui Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang Ipda Febby Harianto ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN mengaku, penangkapan itu berkat bantuan pihak keluarga pelaku yang sangat kooperatif.

Mustafa dibujuk pulang dan langsung dijemput oleh petugas kepolisian saat tiba di Stabat, Minggu (4/10) sekira pukul 16.00 Wib. “Syukurlah keluarga mau mengerti dan membantu kerja kita, sehingga tersangka mau pulang ke Langkat dan langsung kita jemput di depan SPBU Stabat,” jelas Kanit.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: