Anggota Dewan Dinilai Tak Manusiawi


Sumber : Harian Global

Written by M Arfan Lubis
Wednesday, 07 October 2009 09:34

Ditengah sulitnya kehidupan dan banyaknya musibah bencana alam, 45 anggota DPRD Langkat masih menyempatkan diri untuk menghamburkan uang rakyat dengan alasan study banding ke jakarta. Padahal masa kerja mereka hanya tinggal beberapa hari saja. Foto diambil pada hari Selasa 6 Okt 2009 sekitar pukul 15.00 Wib oleh Ozie wartawan Batak Pos

Ditengah sulitnya kehidupan dan banyaknya musibah bencana alam, 45 anggota DPRD Langkat masih menyempatkan diri untuk menghamburkan uang rakyat dengan alasan study banding ke jakarta. Padahal masa kerja mereka hanya tinggal beberapa hari saja. Foto diambil pada hari Selasa 6 Okt 2009 sekitar pukul 15.00 Wib oleh Ozie wartawan Batak Pos

Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat minus salahsatu pimpinan H Syafruddin Basyir, dinilai tak manusiawi karena masih menghamburkan uang negara kendati masa bakti segera berakhir dalam hitungan hari.

Dengan berdalih kunjungan kerja di masa injury time (penghujung masa bakti), terkesan bagai dipaksakan. Para wakil rakyat yang baru saja mengesahkan sejumlah Perda, P-APBD 2009 dan R-APBD 2010 ini, menghamburkan uang rakyat Rp300 juta lebih ke ke Jakarta Utara dan Jakarta Selatan serta Kampar (Riau). Dengan perincian, setiap anggota dewan menerima Rp7 juta selama empat hari kunjungan kerja.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Langkat, Drs Supono ketika ditanya tentang lengangnya gedung legislatif dalam kurun beberapa hari ini, membenarkan jika seluruh anggota dewan minus Ketua H Syafruddin Basyir, melakukan kunjungan kerja ke tiga tempat yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kampar.

M Zeid Nur selaku Ketua Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah menilai sikap diperlihatkan wakil-wakil rakyat Langkat tersebut cukup memilukan. Sebab, di tengah keprihatinan di segala sektor saat ini dan di penghujung masa bakti masih juga berlaku tidak efisien dan efektif sekaligus memperlihatkan kesan mementingkan diri sendiri.

“Bagaimana mungkin, dengan usia bakti cekak (sedikit) hingga tanggal 14 Oktober lusa mereka harus hengkang dari gedung terhormat itu, masih sempat-sempatnya kunjungan kerja yang mungkin tidak ada relevansinya lagi,” kata Zeid Nur kepada sejumlah wartawan di Stabat, Selasa (6/10).

Untuk itu, sambung dia, kondisi itu mesti menjadi ibrah (pelajaran) yang tidak perlu dicontoh oleh legislatif mendatang. Sebab, masih banyak persoalan rakyat mesti dikedepankan tanpa mementingkan diri sendiri, bukannya seperti diperagakan anggota legislatif sekarang ini, terkesan mementingkan diri sendiri.

Namun, Zeid yang didampingi Herman selaku Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Langkat, mengutarakan, mungkin bagi anggota dewan hal itu (kunjungan kerja) merupakan sebuah kewajaran. Sebab, untuk berbagai pembahasan anggaran saja mereka (anggota dewan) melaksanakan atau melakukannya di Kota Medan.

“Yach, mungkin kalau mereka merasa kunjungan kerja di penghujung masa bhakti itu wajar, kita tidak tahu lagi apa yang pantas kita sebutkan untuk mereka,” imbuh Herman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: