Korupsi Sektor Pendidikan di Langkat, DAK Rehab Sekolah Menguap 65 Persen


Sumber : ini medan bung.com

>> luqman, langkat
Hampir dapat dipastikan seluruh Rehab fisik Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Langkat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2008 lalu tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Hal ini terungkap berdasarkan laporan Tim Investigasi Relawan Aktivis Pemantau Pembangunan (RELEPAN) Langkat setelah sebelumnya melakukan pendataan langsung selama 3 bulan ke sekolah-sekolah yang direhab tersebut.
Kenyataan pahit dunia pendidikan Langkat ini dinyatakan oleh Sekretaris RELEPAN Langkat Indra Fauzi Panjaitan,SE didampingi oleh Fachruddin selaku Ketua Pokja Investigasi Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Selasa (6/10) di Stabat.

Diterangkan oleh Fauzi, rata-rata setiap Kepala Sekolah (Kasek) penerima anggaran DAK 2008 hanya mempergunakan 30 s/d 35 persen dari jumlah anggaran yang dialokasikan pemerintah yaitu sebesar Rp.302.320,000,-/sekolah. Contohnya, antara lain, rehab SDN. 057218 Sawit Hulu Kecamatan Sawit Seberang, SDN. 057759 Air Tenang Kecamatan Batang Serangan dan SDN. 050681 Besilam Kecamatan Padang Tualang.

“Metode investigasi yang kita lakukan dengan cara melihat langsung proses rehab dan mencatat volume bahan yang dipakai, jenis dan kualitas bahan yang dipergunakan serta objek apa saja yang direhab. Kemudian kita membuat harga satuan material bangunan dan upah kerja rehan dengan asumsi tertinggi di pasaran menyajikannya dalam bentuk laporan investigasi” jelas Indra fauzi sambil memperlihatkan bundelan laporan hasil investigasi tersebut kepada wartawan.

Ditambahkan oleh Indra Fauzi bahwa jenis kayu yang dipergunakan dalam rehab sekolah tersebut rata-rata adalah kayu sembarang. Bahkan ada sekolah yang mempergunakan kayu cempedak air untuk kusen jendela dan pintu. Sedangkan triplek untuk sekat ruangan kelas dan kantor rata-rata dipergunakan triplek tipis dengan ketebalan 3 mm. Termasuk juga material yang seharusnya diganti tetapi hanya dicat ulang.

Hasil investigasi ini seluruhnya diserahkan RELEPAN Langkat kepada Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut untuk selanjutnya dipelajari dan ajukan ke penyidik tindak pidana korupsi. “Kita yakin rekan-rekan aktivis yang tergabung di K-SEMAR lebih mampu untuk menggiring dugaan penyimpangan anggaran DAK ini ke penyidik Tipikor” kata Indra Fauzi yakin.

RELEPAN Langkat dan K-SEMAR Sumut juga akan melakukan investigasi terhadap proyek-proyek pembangunan di Langkat tahun 2009, baik yang mempergunakan anggaran DAK, APBD Langkat dan Sumut serta APBN. Tentang proyek rehab ruang kelas belajar dan peningkatan sarana Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 64 unit di Langkat yang dananya bersumber dari anggaran pendidikan Departemen Agama tahun 2009, investigasinya hampir selesai dan akan segera dipublikasikan. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: