Sekolah Disegel Kontraktor, Kadisdikjar Langkat Angkat Tangan. Numpang Sekolah, Ratusan Murid SMANSA Sei Lepan Berat di Ongkos


Sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 9 Oktober 2009
STABAT-PENYEGELAN gedung SMA Negeri 1 Sei Lepan ala kontraktor masih jadi buah bibir masyarakat Langkat. Meski bangunan berkeramik itu telah berdiri kokoh, tapi belum ada kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di sana. Ironisnya, ratusan siswa/i yang terdaftar di sana malah numpang sekolah di SMA Negeri 1 Babalan.

“Sampai sekarang sekolah megah itu belum bisa dipakai siswa/i untuk kegiatan belajar-mengajar. Kalau memang hanya untuk pajangan, ngapain dibangun. Kalau saya tau kondisinya seperti ini, saya tak mungkin mau memasukan anak saya ke sekolah itu,” ujar Wakiem (42) warga Desa Lama, Kecamatan Seilepan, Langkat pada Darwis, wartawan POSMETRO MEDAN, Rabu (7/10) siang.

“Saya heran dengan dunia pendidikan sekarang. Katanya sekolah gratis, tapi ada saja yang mau dibayarin. Kali ini, ada sekolah yang megah tapi tak bisa dimanfaatin, jadi buat apa sekolah itu dibangun megah-megah kalau tidak bisa digunakan,” ungkapnya. Kekesalan Wakiem itu memuncak saat dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan bagi anaknya yang bersekolah di SMAN I Sei Lepan. Karena, sejak diungsikannya tempat belajar anaknya ke SMAN I Babalan, dirinya harus memberikan uang lebih kepada anaknya itu.

“Cobalah pikir, berapa lagi biaya yang mau dikeluarkan kalau anak saya itu harus terus bersekolah di sana (SMAN I Babalan-red). Saya masukan dia sekolah di SMAN I Sei Lepan, karena tak perlu berongkos, jadi tidak memakan biaya terlalu banyak,” katanya dengan nada meninggi. Untuk anaknya yang bersekolah di SMAN I Sei Lepan itu, Wakiem harus mengeluarkan biaya per harinya Rp 15 ribu buat ongkos dan jajan anaknya. Dengan rincian, Rp 4000 untuk ongkos RBT dari rumah menuju jalan raya, Rp 6000 untuk ongkos pulang pergi dari Sei Lepan ke Babalan dan Rp 5000 untuk uang jajan anaknya di sekolah. Sementara Wakiem harus menyekolahkan dua anaknya yang lain, satu duduk di bangkus SMP dan satunya lagi duduk dibangku sekolah dasar (SD). Untuk itu, Wakiem berharap, agar SMAN I Seilepan segera dibuka kembali. “Kalau bisa sekolah itu dibuka secepatnya,” pinta Wakiem. Kepala SMAN 1 Sei Lepan Herbin Segala mengaku sedih terhadap anak didiknya yang kini harus mengantre untuk mendapatkan pendidikan formal. Pasalnya, anak didik SMAN I Seilepan harus menunggu siswa SMAN I Babalan selesai belajar, baru mereka bisa mengikuti pelajaran.

Seperti pemberitaan POSMETRO MEDAN, penyegelan itu dilakukan kontraktor gara-gara pihak sekolah belum melunasi tunggakan biaya pembangunan sebesar Rp 40 juta. “Sampai sekarang, belum ada serah terima kunci sekolah ini pada saya, sehingga murid saya terpaksa numpang belajar ke SMAN 1 Babalan. Padahal sekolah mereka sudah berdiri megah,” ujar Kasek SMAN-1 Sei Lepan, Herbin Sagala Spd, beberapa waktu lalu.

Soal tunggakan itu, juga diakui Sulisanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Langkat. “Kami bukannya membiarkan bangunan sekolah itu terlantar, tapi, pihak kontraktornya saja yang sampai sekarang tidak memberikan kunci pada kami. Sebelumnya saya sudah menyampaikan masalah ini pada DPR, tapi DPR menolak dengan alasan angaran bangunan itu telah dicairkan, jadi nggak bisa lagi dikeluarkan,” ucap Sulismenirukan penjelasan DPR kala itu.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah berupaya agar sekolah tersebut dipakai kembali, tapi rekanan (kontraktor) yang mengerjakan sekolah itu tidak mau menyerahkan kunci, dengan dalih pihak sekolah masih berhutang Rp 40 juta. Ditanya siapa rekanan yang mengerjakan sekolah itu, dengan nada hati-hati, orang nomor satu di Dinas Pendidikan itu menyebutkan nama adik kandung mantan Bupati Langkat berinisial Od. (Darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: