KONI Binjai Diaudit BPKP


Sumber : Harian Sumut Pos

BINJAI- Dugaan korupsi yang mengakibatkankerugian negara Rp1,5 miliar di KONI Binjai serta Dispora Binjai akan masuk ke ranah Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Badan pemeriksa telah turun ke Binjai Senin (12/10) kemarin dan akan segera mengaudit penggunaan dana miliaran rupiah tersebut

Kepastian itu diungkapkan Kapolresta Binjai AKBP Robert K SIK di ruangan kerjanya Senin (12/10). Menurutnya, Polresta Binjai dan BPKP sudah berkoordinasi untuk membuktikan dugaan korupsi tersebut.

“Saya sudah tanyakan langsung ke BPKP kapan mereka akan turun ke Binjai guna mengaudit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi ini. Menurut Kepala Investigasi BPKP, mereka turun hari ini dan selambat-lambatnya Selasa (13/10),” ujar Robert.
Untuk memastikan hal itu, Robert langsung menghubungi Kepala Investigasi BPKP Ernadi Sudarmanto. Melalui hand phone milik Kapolres Binjai, Ernadi menjelaskan mengutus anggotanya turun ke Binjai. “Ya Pak saya sudah suruh anggota saya untuk turun ke Binjai. Tadi saya bilang dengan anggota pukul berapapun harus turun ke Binjai,” ujar Sudarmanto melalui sambungan telepon Robert.

Usai menelpon Sudarmanto, Robert juga menjelaskan terkait pemeriksaan Ir Haris Harto. Menurutnya, pemeriksaan Ketua Harian KONI Binjai itu masih menunggu surat izin dari Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin. “Kalau masalah pemanggilan Haris Harto kita masih menunggu izin Gubernur, sebab kita saling menghargai,” ucapnya.

Namun jika surat izin gubernur tidak kunjung datang hingga 20 September 2009, polisi tidak perlu lagi menunggu surat izin tersebut. Sebab BPKP akan melakukan audit. “Jika BPKP melakukan audit dan menemukan kerugian negara, kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap Haris Harto tanpa menunggu surat izin gubernur,” tegas Robert.

Ditanya tentang hasil pemeriksan yang dilakukan pihaknya selama ini, Robert mengungkapkan sudah mendapatkan dua tersangka dan dugaan kerugian negara sekitar Rp1,5 miliar. “Itu masih data sementara dari pihak kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu Ir Haris Harto saat dikonfirmasi terkait pemeriksan terhadap dirinya mengatakan siap untuk diperiksa. Menurutnya ia tidak terlibat dalam kasus tersebut. “Kalau saya diperiksa apa yang saya tahu itu yang saja jelaskan. Dan kalau kasus ini terus mengarah kepada saya, kita lakukan pembelaan,” ujar Haris Harto. Haris Harto juga tidak ingin datang terlebih dahulu sebelum dipanggil pihak kepolisian. “Memang saya tidak merasa bersalah. Biar pihak kepolisian memanggil saya, baru saya datang,” ucapnya.(mag-4)

Satu Tanggapan

  1. wah jadi teringat temen saya yg kerja di BPKP, kataknya kongkalikong itu memang “kadang” ada, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: