Kuala Langkat Heboh, Babi Menyusui Monyet Dua Tahun Hidup Sama


Sumber : Pos Metro Medan

1255491273bbbbbbbbbbb3

KUALA-MASIH ingat kisah Lagu Singarimbun alias Pak Musik alias Wak Balon (52), manusia pemakan bangkai dan kotoran manusia pada edisi Minggu (11/10) POSMETRO MEDAN? di Kecamatan yang sama, yakni Kuala Langkat, kembali tersiar kabar aneh. Seekor monyet jantan, hidup rukun dengan seekor babi.

Sangkin harmonisnya kedua binatang lain keturunan tersebut, ke mana pergi selalu bersama. Bagai cerita dari negeri China, ada Sun Gokong (monyet) ada Pat Kai (babi). Bahkan tak jarang, si monyet berada di atas pundak babi.

Kabar yang mengelitik tersebut, langsung mengundang rasa penasaran untuk menyaksikan langsung hal yang tidak lajim itu. Kemarin (13/10), Darwis Sinulingga reporter POSMETRO MEDAN di Langkat, langsung ‘terbang’ ke tempat asal cerita monyet dan babi tersebut.

Tepatnya berada di Dusun Tanjung Balai, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Langkat. Tidak begitu sulit menemukan habitat kedua binatang berlainan ras ini berada. Sebab tak ubahnya kisah Pak Musik, si manusia pemakan bangkai, warga yang berada di sekitar daerah ini juga umumnya mengetahui perihal cerita monyet dan babi tadi.

“Oh!, kalau monyet sama babi itu, tempatnya di warung sana. Nanti kalau sudah sampai ke warung itu, tanya saja sama warga. Semuanya tau itu bang. Yang punya kedua binatang itu namanya Sadakata Sembiring dan Butet Br Sitepu,” ujar seorang ibu dengan logat karonya yang kental.

Apa yang dikatakan wanita paruh baya tadi ternyata benar. Setibanya di warung yang dimaksud, POSMETRO MEDAN melihat seekor monyet yang diikat dengan tali rantai di sebatang pohon sawit.

“Pak, itu monyet yang menyusu dengan babi yang dibilang orang-orang itu?” tanya POSMETRO MEDAN kepada salah seorang pria paruh baya yang sedang minum teh manis hangat di warung tersebut.

“Monyetnya bukan yang itu. Kalau yang menyusu sama babi itu, monyetnya nggak pernah diikat sama yang punya, karena tidak nakal. Mungkin monyet sama babinya ada di belakang rumah sedang cari makan,” ketus pria bermarga Bangun ini ramah sambil matanya mengawasi ke sekeliling warung seolah-olah mencari sesuatu.

Menurut Butet Br Sitepu, si pemilik dua binatang akrab itu, monyet jantan peliharaannya didapat sang suami sekitar dua tahun lalu, dari hasil berburu di hutan.

“Waktu itu suamiku pergi berburu ke hutan dan mendapatkan dua ekor monyet. Satu yang diikat itu, satu lagi yang lepas,” bilang Butet seraya menambahkan, monyet jantan yang lepas tadi tidak jahat. Tidak seperti monyet yang diikat, suka mengigit anak kecil dan mencuri barang dagangannya.

“Karena nggak jahat, makanya monyet jantan itu kami lepas aja. Kalau pun dia (monyet jantan-red) itu pulang ke rumah. Dianya tidak pernah menganggu atau merusak barang-barang. Paling kalau lapar, dia langsung mengutip sisa-sisa nasi yang ada di dalam piring,” ujar Butet Br Sitepu.

Monyet jantan yang mereka beri nama Sunggokong. Sejak kecil, katanya sudah berprilaku aneh. “Memang dari kecil sudah aneh monyet itu. Masak menyusu sama babi. Dia juga cari makan sama dengan babi itu. Kalau babi itu mencari makan dengan mengorek tanah, monyet itu pun melakukan hal yang sama. Monyet jantan tadi nggak pernah lepas dari babi. Sering bertengger di pundak babi. Tiap malam, tidurnya pun dengan babi,” ceritanya.

Lantaran keakraban kedua binatang berlainan jenis itulah, mereka menamai keduanya dengan sebutan Sunggokong dan Patkai. “Kalau kami di sini sudah tidak heran lagi melihatnya. Tapi kadang-kadang ada orang luar yang melintas, mereka akan tertawa melihat kelakuan binatang itu,” terang Butet tertawa kecil.

“Monyet itu seperti naik kuda di puncak babi. Ke mana babi itu berjalan, monyet tetap berada di belakang,” katanya seraya menambahkan meski ada orang yang ingin membeli monyet miliknya itu, ia tidak berniat menjualnya dengan harga berapapun.

“Kadang kita geli melihat kelakuan keduanya. Mereka hidup berdampingan bahkan saling melindungi,” celetuk warga lain menimpali. (darwis)

Satu Tanggapan

  1. aku suka sekali kisah dua binatang ini sunggu kejadian yg langka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: