Musda Golkar, Ketua DPD Kontra Ical Bakal Dibuang. PPP tak Sor Sama Syamsul


Sumber : Pos Metro Medan

JAKARTA-KABAR pertemuan Syamsul Arifin dengan Aburizal Bakrie di sebuah kamar lantai 8 Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu mengundang reaksi keras dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Itu karena partai ini tidak terima dengan rencana Syamsul kembali ke Golkar, apalagi melakukan pertemuan khusus dengan partai berlambang pohon beringin tersebut, hanya demi mendapatkan kursi pimpinan DPD Partai Golkar Sumut.

Ketidak terimaan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP, Chozin Chumaidy kepada POSMETRO MEDAN di Jakarta, kemarin (13/10). Menurutnya, Syamsul harus ingat siapa yang mengusungnya hingga bisa menjadi Gubernur Sumatera Utara.

“Kalau benar Pak Syamsul sudah menemui Pak Aburizal untuk ikut maju, kami sangat menyesalkan hal itu. Mestinya dia masih ingat bahwa yang mengusungnya di Pilkada dulu PPP dan PKS, karena Golkar punya calon sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut, Chozin mengatakan, persoalan ini menyangkut etika berpolitik. Menurutnya, lebih baik Syamsul tetap menjadi gubernur saja sehingga bisa menjadi milik semua rakyat Sumut.

Namun diakuinya, PPP sendiri tidak bisa mencegah bila benar Syamsul ingin ikut maju di bursa ketua Golkar Sumut. “Secara etika, kalau memang ingin maju, ya beritahu kami dong, permisi dulu ke PPP,” ujar mantan anggota Komisi II DPR itu.

Terpisah, anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ali Wongso Sinaga, memperkuat cerita Leo Nababan mengenai pertemuan Syamsul dengan Aburizal Bakrie di sela-sela Munas di Pekanbaru, Riau.

Ali Wongso menjelaskan, dalam pertemuan itu Syamsul terlihat sangat akrab dengan Ical. Namun, Ali mengaku tidak tahu materi pembicaraan keduanya. “Saya tidak mendengar pembicaraan mereka, tapi saya lihat mereka berdua terlihat akrab,” ujar Ali yang juga Wakil Ketua Panitia Munas Golkar.

Apa benar Ical memberikan sinyal lampu hijau terhadap niat Syamsul maju merebut kursi Ketua DPD, Ali sekali lagi mengaku tidak tahu-menahu. “Tapi kita bisa lihat dari body language. Dari bahasa tubuh kan bisa diketahui,” kilah Ali, yang mengaku pendukung Ical.

Dia tidak menampik adanya kemungkinan ketua-ketua DPD yang tidak mendukung Ical bakal tergusur lewat Musda. “Hasil Munas pasti mempengaruhi pembentukan pengurus baru di daerah. Jadi, wajar bila dalam Musda Sumut nanti terpilih ketua yang sejalan dengan Pak Ical,” ungkapnya.

Dalam sebuah organisasi, lanjutnya, secara vertikal harus solid dari pusat hingga daerah. Antara pengurus pusat dan daerah harus ada persamaan pemikiran agar roda organisasi berjalan efektif.

Apakah Syamsul searah dengan Ical, Ali menjawab hanya Ical yang tahu. Yang pasti, katanya, Syamsul masih merupakan kader Golkar. “Jadi sah-sah saja bila Syamsul ikut mencalonkan diri,” ucapnya.

Apakah Ali Umri pasti tergeser? Ali menyerahkan sepenuhnya kepada forum Musda. Juga bukan yang gampang untuk memastikan Umri bakal lengser, karena suara DPD-DPD II yang ada di Sumut juga terbelah saat Munas lalu. Sebagian mendukung Ical, sebagian ke Surya Paloh.

Sebelumnya diberitakan koran ini (13/10), Leo Nababan, fungsionaris Partai Golkar yang dipercaya Aburizal Bakrie duduk sebagai Wasekjen di DPP Partai Golkar, mengaku menjadi saksi mata pertemuan Ical dengan Syamsul di sebuah kamar di lantai 8 Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau. Disebutkannya, pertemuan itu berlangsung sebelum Ical mengumumkan pengurus baru Partai Golkar pekan lalu.

Kepada wartawan koran ini di Jakarta, Leo bercerita, semula Syamsul berbicara empat mata dengan Ical. “Lantas saya dipanggil Pak Ical untuk mendampingi. Jadi, Pak Syamsul Arifin sudah bicara langsung dengan Pak Ical. Pak Syamsul menyatakan siap maju dan Pak Ical memberikan sinyal,” cerita Leo Nababan.

Meski demikian, Syamsul Arifin SE sendiri membantah jika dirinya bakal membidik kursi DPD Partai Golkar Sumut. Dia malah bilang, baru mendengar informasi seperti itu. “Saya nggak tahu itu, dari mana kabar itu datang. Saya baru dengar kabar itu. Makanya saya nggak tahu,” elaknya saat ditemui di kantor Bank Sumut, dua hari lalu.

Saat ditanya lebih jauh, Syamsul menolak memberikan penjelasan. Dia bilang, informasinya saja baru didengarnya, bagaimana dia bisa memberikan penjelasan hal yang tak diketahuinya. “Pokoknya baru ini saya dengar hal itu,” katanya mengulangi.(sam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: