Terawang Paranormal Seputar Pembunuhan Dukun Terkenal di Besilam. Hj. Basariah Dibantai Pembunuh Bayaran


Sumber : Pos Metro Medan

Ikhwan Razali Purba

Ikhwan Razali Purba

SEBULAN sudah Hj Basariah (65), paranormal asal Dsn. II, Ds. Besilam, Kec. Padang Tualang, Langkat, dibunuh tapi kasusnya masih ‘gelap’. Padahal sudah beberapa saksi dimintai keterangan. Tidak hanya oleh Polsek Padang Tualang tetapi juga oleh Poldasu.

Belakangan, muncul kekhawatiran keluarga akan dijadikan ‘tumbal’ oleh petugas. Ketakutan itu langsung disampaikan M. Suhil alias Suhil (55), suami Alm. Hj. Basariah pada Darwis, reporter POSMETRO MEDAN saat ditemui kemarin (14/10) di rumahnya.

“Saat diperiksa polisi, saya sempat disuruh mengaku sebagai pembunuhnya,” kisahnya seraya mengungkapkan hingga kini dia masih dipanggil guna dimintai keterangan.

“Dalam BAP pemeriksaan waktu itu, saya sudah bilang orang yang keluar dari rumahnya, sesaat setelah pembunuhan, adalah seorang pria berbaju kuning muda, agak gemuk, memakai sarung saja,” ketusnya sembari mengatakan, si pembunuh mengangkat sarungnya hingga dibawah lutut.
Tentang darah yang dibersihkan, menurut Suhil yang melakukannya adalah anak mereka. “Kami tidak menyangka hal itu jadi masalah, jadi sekarang saya takut keluar rumah. Makanya saya memilih diam, saya tidak tau harus berbuat apa,” ketusnya dan mengaku akan kembali memenuhi pangilan polisi, hari ini, Kamis (15/10).
Berkaca dari minimnya saksi dan bukti hingga sulitnya kasus itu terungkap, wartawan koran ini kasus ini coba menemui beberapa orang pintar alias paranormal alias dukun. Agar lebih yakin, enam paranormal didatangi secara bergantian.

Hasilnya, keenam orang pintar itu mengungkapkan pembunuhnya bukan orang dekat atau keluarga Hj. Basariah. Diharapkan, terawangan ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam mengungkap sekaligus menangkap si pembunuh.

Iwan Rajali Purba (45), seorang paranormal yang ditemui menjelaskan, dalam pandangan gaibnya pembunuhan bermotif sakit hati. Pembunuh sendiri merupakan orang suruhan.

Lebih jauh Iwan mengungkapkan, si pembunuh sudah berada di dalam rumah menjelang tengah malam. Karena tidak ada kesempatan, pelaku bahkan sempat keluar dan masuk kembali.

Ditanya POSMETRO MEDAN tentang ciri-ciri pelaku, Iwan Purba kembali terdiam sesaat. “Kalau saya tidak salah, pelakunya memakai baju kuning muda kaos berlengan pendek, tidak memakai celana, tapi kain sarung yang digulung kira-kira dibawah lutut, bertubuh agak gemuk, berambut ikal dan tinggi badan sekitar 160 cm, bibir kanan atas ada bekas luka seperti pernah pecah,” bebernya.

Soal senjata yang digunakan untuk menghabisi nyawa Hj. Basariah, paranormal muda asal Binjai ini menyebutkan, pembunuh menggunakan parang bengkok atau sering disebut parang Banjar sepanjang kira-kira 40 cm.

Usai membunuh, pria itu pergi ke arah Batang Serangan dengan berjalan kaki sambil membawa senjata (parang) tadi, hingga sekitar 5 km dari lokasi kejadian. Olehnya, parang itu dibuang ke parit kira-kira 3-4 km dari sebuah rel, tepatnya di parit sebelah kiri.

Dalam sehari-harinya, si pembunuh tergolong seorang pendiam. Dia disuruh seorang wanita yang dendam kepada Alm. Basariah. Rasa dendam itu berawal dari penjualan sebidang tanah, dengan luas hanya bisa dibangun sepetak rumah pada Januari 2009 lalu. Tanah inilah yang dibeli korban.

Tanpa sepengetahuan Basariah, ada seorang wanita (diduga otak pembunuhan) juga menginginkan tanah itu. Tak terima, wanita tersebut menyuruh seseorang membunuh korban.

Untuk memuluskan niatnya, ia sengaja memilih pembunuh yang memiliki kepribadiannya pendiam namun dikenal nekat. Sebagai upah, pembunuh itu ditawarkan sejumlah uang dan ongkos untuk melarikan diri.

“Jadi orang yang menyuruh membunuh paranormal tersebut, telah menyiapkan uang imbalan (upah) kepada pelaku juga biaya untuknya kabur,” beber Iwan sambil mengeleng-ngelengkan kepala.

“Saat ini si pembunuh terlihat tenang-tenang saja. Tapi dalam hatinya was-was juga. Agar tidak menimbulkan kecurigaan warga atau petugas, ia tetap memilih bertahan di Desa itu. Pelaku ini telah berkeluarga dan bekerja serabutan,” kata Iwan.

Terpisah, menantu Alm. Basariah, Rijal terkejut ketika ditanya POSMETRO MEDAN terkait masalah jual beli tanah yang disebutkan paranormal Iwan Rajali Purba tadi.

“Kalau masalah pembelian setapak tanah awal Januari 2009 lalu memang ada, tapi saya ngak tahu berapa luas dan harganya. Sebab yang membelinya waktu itu mertua perempuan saya. Kenapa abang tanya masalah itu, memangnya abang tahu cerita tanah itu dari siapa,” ketus Rijal sedikit bingung disoal masalah ini.

Sekedar mengingatkan Anda, Hj. Basariah ditemukan tewas bersimbah dari di kamarnya saat sedang sholat. Pembunuhan itu pertama kali diketahui M. Suhil, suami almarhum pada Rabu (9/9) lalu. Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani pihak Polsek Padang Tualang dan Poldasu.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: