Lima kasus pembunuhan di Langkat mengambang


Sumber : WASPADA ONLINE

STABAT – Kasus pembunuhan Hj. Basariah, 65, warga perkampungan Babussalam Kec. Padangtualang Kab. Langkat, Rabu (9/9) pagi hingga kini belum terungkap.

Sejumlah warga Babussalam sangat berharap agar kasus itu secepatnya terungkap, tetapi hingga sebulan pasca kejadian, belum terungkap juga.

Warga setiap hari terus membahas pembacokan Lansia yang sedang membaca Al Quran itu, tidak disangka dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Warga juga secara tidak langsung mencurigai tersangka pelakunya meskipun dalam hukum itu tidak dibenarkan jika tidak ada barang bukti.

Namun, mengapa polisi kesulitan mengungkapnya, padahal sejumlah benda yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban telah disita polisi. Di samping itu sejumlah saksi juga telah diperiksa. Demi mengungkap kasus, warga Babussalam khususnya tetangga korban rela dipanggil polisi berulang-ulang ke Polsek maupun Polres untuk dimintai keterangan jika masih diperlukan,’ kata kalangan warga Babussalam, Jumat (9/10).

Mereka juga meminta polisi agar tidak menghentikan atau mengenyampingkan penyelidikan kasus itu agar seluruh masyarakat nantinya tahu siapa pembunuh sadis tersebut.

Sementara Kapolsek Padangtualang AKP Azhari ketika dikonfirmasi terkait kendala polisi mengungkap kasus tersebut, Jumat (9/10) enggan menjelaskan.

Dia hanya mengatakan dengan singkat kasusnya dalam penyelidikan. Sementara, Kabag Binamitra Polres Langkat Kompol Edi Sudarsono dalam kesempatan terpisah juga menjelaskan kasusnya masih dalam lidik.

Beberapa hari silam pengurus LSM Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, meminta penyidik Poldasu membatu Polres Langkat mengungkap kasus itu.

’’Kemungkinan jika ada kerjasama, pengungkapan kasusnya akan lebih cepat,’’ ujar Togar.

Terlepas dari itu, belum terungkapnya kasus pembunuhan di perkampungan Babussalam menambah deretan tugas yang harus diselesaikan polisi di wilayah hukum resor Langkat.

Ada kasus pembunuhan lain yang belum terungkap, di antaranya kasus pembunuhan anggota Polres Langkat Bripda Edi Suranta di areal kebun tebu belakang GOR Stabat 2007. Kasus pembunuhan Jalaluddin, warga Pantaigemi, Kec. Stabat di areal pohon rambung April 2008. Kasus pembunuhan Erwin, 37, warga RKR Neng Kec. Jayabaru, Banda Aceh Desember 2008 di Kampung Kruni Stabat persis di samping kediaman mantan Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Jawak dan kasus lain, penembakan Brigadir Barita Simanjuntak di kawasan Sei Bilah P. Brandan hingga tewas 7 Juli 2009.
(dat07/waspada)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: