Di Backup LSM, DAK Rehab Sekolah Langkat di Kotak-Katik OKNUM PEJABAT DIKJAR TERKESAN “RINDU” MASUK PENJARA


Sumber : SKM Pro Kontra

Langkat, SPK
Kasus dugaan korupsi dana Alat Tulis Kantor (ATK) Sekolah dan dana rehab sekolah yang besumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) yang menyebabkan Dra. Ajizah menjadi “pesakitan” di Pengadilan Negeri Langkat dan Jum’at (16/10) kemarin telah dituntut 6 tahun penjara oleh Kejari Stabat ternyata tidak menjadi pelajaran berharga bagi oknum-oknum pejabat di Dinas Pendidikan Langkat. Reality ini memunculkan opini bagi masyarakat, bahwa beberapa oknum pejabat di dinas ini memang sangat “merindukan” masuk penjara.

Berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang dihimpun oleh Pokja Investigasi Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, puluhan milyar dana rehab sekolah di Langkat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009 akan menguap seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dinyatakan oleh Ketua Pokja Investigasi K-SEMAR Sumut, Fachruddin, Jum’at (23/10) di Stabat.

Dijelaskan oleh Fachruddin, sejumlah kepala sekolah di Langkat khususnya penerima DAK tahun 2009 saat ini diduga resah akibat adanya pesanan dari para petinggi di Dinas Pendidikan Langkat yang intinya agar pengerjaan proyek rehab sekolah yang anggarannya rata-rata diatas 200 juta tersebut dilakukan oleh kontraktor atau rekanan.

“Pengerjaannya rekanan tapi pertanggungjawabannya termasuk laporan administrasinya tetap dibebankan kepada para Kepala Sekolah. Para kasek tersebut juga diduga diintimidasi apabila tidak mau menyerahkan pengerjaan proyek tersebut kepada rekanan maka rehab sekolah akan dialihkan kepada sekolah lain. Ini kan tidak benar dan jelas mengangkangi SK Mendiknas tentang juklak dan juknis pengerjaan rehab sekolah yang dananya bersumber dari anggaran DAK” kata aktivis K-SEMAR tersebut dengan nada tinggi.

Fachruddin juga mensinyalir bahwa dana DAK rehab sekolah tahun ini tetap akan menguap seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, kata Fachruddin, ada sekelompok orang yang bernaung dalam sebuah wadah seperti LSM yang mengaku-ngaku penggiat anti korupsi di Langkat mampu membackup para pejabat Dinas pendidikan dan para Kasek apabila diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Untuk itu para kasek tersebut termasuk sejumlah staf di Dinas P dan P Langkat rame-rame dibuatkan kartu LSM. Khusus untuk Kasek yang menerima DAK 2008 dan 2009, oknum ketua LSM tersebut menerima uang jasa antara Rp. 2 sampai 3 juta persekolah dengan alasan untuk uang pengamanan yang akan disetor kepada pejabat Polres dan Kejari Stabat. Bukan hanya itu, oknum Ketua LSM ini juga diinformasikan menerima sejumlah paket proyek dari dinas P dan P Langkat. Anehnya, modus penipuan ini menggunkan nama singkatan LSM yang sama dengan sebuah LSM penggiat anti korupsi yang sangat terkenal dan hanya ada di Jakarta .

“Keterlibatan oknum tersebut dalam mengkotak-katik rehab sekolah dengan mempergunkan DAK sedang kita telusuri. Informasi yang kita peroleh juga menyebutkan bahwa oknum tersebut juga dulunya pernah menjanjikan kepada mantan Kadis Pendidikan Langkat Dra. Azizah dan Pimpro DAK Adilita Bangun tidak akan tersentuh hukum sebab dirinya telah “meloby” temannya yang merupakan pejabat tinggi di kepolisian dan Kejaksaan. Nomor Handphone yang diakui oleh oknum tersebut sebagai nomor milik perwira tinggi Polri telah pernah kita hubungi dan ternyata nomor seorang gadis Anak baru Gede (ABG)” beber Fachruddin. (Ema).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: