Potong ATK 25 persen Plt. Dinas P dan P Langkat Raub Setengah Miliar


Sumber : SKP Pro Kontra

Langkat, SPK
Jumlah dana yang sempat terkumpul dari pemotongan 25 persen ATK sekolah di Langkat yang diduga dilakukan oleh Plt. (Pelaksana Tugas) Dinas Pendidikan dan Pengajaran Langkat Drs. Sulistianto ternyata mencapai lebih setengah milyar. Hal ini terungkap berdasarkan data yang diperoleh oleh Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut.

Kepada wartawan di Stabat, Sabtu (24/10), Koordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis menjelaskan bahwa total potongan ATK tersebut berjumlah Rp. 504. 510,554,- dari jumlah anggaran pembelian ATK sebesar Rp. 2.018.042,218,-.

“Ini merupakan bukti bahwa pemotongan dana ATK 25 persen yang diduga dilakukan oleh Drs. Sulistianto memang terjadi” kata Togar Lubis sambil memperlihatkan perician dana ATK kantor Dinas P dan P, Kantor UPTD dan seluruh sekolah di Kabupaten Langkat.

Togar Lubis yang juga merupakan salah satu anggota Tim Seleksi Calon anggota Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Langkat ini juga mempertanyakan bukti apa yang dimaksudkan oleh Bupati Langkat beberapa waktu lalu melalui Kabag Humas Pemkab Langkat Syahrizal ketika dikonfirmasi wartawan perihal tindakan apa yang akan diberikan Bupati terhadap Sulistianto atas terjadinya potongan ATK sekolah 25 persen.

“Mohon Bupati Langkat melalui Humas menjelaskan kepada Publik bukti apa yang mereka minta tentang dugaan pemotongan ATK tersebut. Jika bukti yuridis, maka itu adalah ranah hukum bukan kapling kita. Kita hanya berharap ada sanksi yang tegas yang diberikan oleh Bupati Langkat terhadap SKPD yang melanggar aturan dan mempermaikan uang rakyat. Hal ini juga adalah kepentingan pendidikan anak bangsa dan tercapainya visi misi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu itu sendiri” kata Togar Lubis.

Koordinator K-SEMAR Sumut ini juga menyatakan bahwa sebenarnya jika Bupati Langkat punya keinginan untuk menindak bawahannya maka temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat bahagian Seksi Intel yang menyebutkan bahwa ternyata Dinas P dan P terlebih dahulu mengembalikan pemotongan sebagai antisipasi sebelum terjebak dalam ranah hokum dapat dijadikan acuan.

“Yang kita lihat sekarang malah aneh, Bupati Langkat bukan menindak Drs. Sulistianto tapi malah memutasikan Sekretaris Dinas P dan P Langkat Saiful Abdi, SH, SE, Mpd. Kabar yang beredar mutasi ini adalah atas usulan Drs. Sulistianto sendiri yang menilai Saiful Abdi sering membocorkan informasi kepada Publik.

“Jika benar permohonan mutasi ini adalah ajuan dari Drs. Sulistianto, maka menurut kita apa yang dilakukannya sama artinya dengan bunyi pepatah yang mengatakan “Awak yang Bodoh, buku dikoyak atau Muka yang buruk cermin yang dipecah” kata Togar berpribahasa. (Red).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: