Tumpak Panggabean Cs Cuma 10 Menit Datangi Mabes Polri, Sudah 19 Tokoh Siap Beri Jaminan Bebas


Sumber : Pos Metro Medan

MABES - KPK

pm/jpnn PUTUSKAN PENAHANAN : Wakil Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dik Dik Arif Mansyur (kanan) bersama Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Polisi akan melakukan penahanan dua pimpinan KPK non aktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad.


JAKARTA-Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah resmi ditahan. Keduanya menempati sel di Rutan Bareskrim Mabes Polri. “Surat penahanan sudah kami terima dan mereka ditahan di Reskrim Mabes Polri,” kata penasehat hukum KPK Chaidir Ramli di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, kemarin (29/10).

Keduanya dijerat atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan, dan dikenakan pasal 23 UU No 31/1999 jo pasal 15 UU No 20/2001 jo ps 421 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang dan pasal 12 (e) UU 31/1999, jo UU No 20/2001 tentang pemerasan.

Kuasa hukum Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah mempertanyakan alasan polisi menahan 2 pimpinan nonaktif KPK itu. Mereka menduga penahanan ini tidak berdasarkan hukum, tetapi lebih bernuansa politis.

“Apakah ini bagian dari rekayasa lebih lanjut? Apakah ini respons dari putusan MK? Atau jangan-jangan ini untuk mengunci mereka dari berbicara,” kata seorang kuasa hukum Bibit dan Chandra, Bambang Wijayanto.

Menurut Bambang, dari alasan tertulis yang diberikan polisi, kliennya ditahan karena 3 alasan. Pertama, takut menghilangkan barang bukti. Kedua, takut mengulangi perbuatannya. Ketiga, takut melarikan diri. “Namun alasan itu tidak masuk akal karena selama ini kami kooperatif,” kata Bambang.

Setelah resmi ditahan, Mabes Polri melarang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemui dua pimpinan KPK nonaktif itu. Wakabareskrim Irjen (Pol) Dikdik Mulyana menyatakan, penolakan tersebut sesuai dengan prosedur.

“Ini tolong dimengerti kita semua lakukan sesuai dengan prosedur. Tolong semua melihat dengan hati nurani,” ujar Dikdik Mulyana kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, kemarin (29/10) malam.

Saat ditanyakan prosedur yang dimaksud, Dikdik hanya diam tak menjawab. Demikian halnya ketika ditanyakan alasan penolakan apakah terkait waktu kedatangan pimpinan KPK yang relatif malam, Dikdik tetap enggan menjawab.

Sebelumnya, empat pimpinan KPK, yakni Tumpak Hatorangan Panggabean, Mas Achmad Santosa, Waluyo, dan M Jasin mendatangi Bareskrim Mabes Polri. Namun mereka hanya bertahan 10 menit di ruang tunggu Bareskrim, sebelum akhirnya beranjak pergi. Tak ada kata terucap dari bibir keempatnya. Dengan wajah lesu dan lelah mereka akhirya meninggalkan Mabes Polri dengan satu mobil CR-V Hitam.

Atas penahanan itu, dukungan terus mengalir kepada Bibit dan Chandra. Sejauh ini sudah ada 19 orang yang menyatakan siap menjamin pembebasan Bibit dan Chandra.

“Sejauh ini yang sudah setuju memberikan jaminan sebagai pribadi kepada Bibit dan Chandra agar dibebaskan dari penahanan polisi tambah lagi, yakni 19 orang,” kata sosiolog Imam Prasodjo, seperti dilansir detik com.(int)

19 Orang yang menyatakan siap memberi jaminan itu adalah:

1 Komarudin Hidayat
2 Azyumardi Azra
3 Indria Samego
4 Satya Arinanto
5 Syamsudin Haris
6 J Kristiadi
7 Imam Prasodjo
8 Syafi’i Anwar
9 Radhar Panca Dahana
10 Hikmahanto
11 Adnan Buyung Nasution
12 Todung Mulya Lubis
13 Saldi Isra
14 Ahmad Sobary
15 Anies Baswedan
16 Zainal Arifin Mochtar
17 Premita Fifi Widhiawati (pendiri & pengurus Lembaga Edukasi, Bantuan, dan Advokasi Hukum jurist Makara)
18 Taufiq Ismail
19 Ihsan Ali Fauzi
(dc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: