Amankan Korupsi Disdik, Lembaga ICW Langkat `Dijual`


sumber : http://www.gomedan.com

LANGKAT-Buruknya kinerja Plt. Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Langkat Drs. Sulistianto ternyata mulai menular kepada bawahannya. Salah satu pejabat yang tertular tersebut disebut sebut adalah Ilyas, Us, S.Pd yang menjabat Kasubag. Keuangan merangkap Pimpro di Dinas Dikjar Langkat.

Kebobrokan dan arogansinya Ilyas, Us selaku pejabat yang bertugas mengurusi proyek pembangunan infrastruktur sekolah di Langkat ini terungkap, kemarin ketika dikonfirmasi wartawan. Saat itu, via seluler, wartawan ingin mengkonfirmasi tentang buruknya pengerjaan proyek rehab sekolah SDN. 050715 Pasar Baru Hinai, SDN 054931 Bt.Melenggang, Hinai dan SDN 3 Tanjung Pura.

“Jika soal proyek rehab seluruh sekolah di Langkat, anda hubungi aja Dimas Ketua ICW, pasti clear. Soalnya kami sudah serahkan sama dia anggaran ratusan juta untuk pengamanan wartawan, polisi dan jaksa”, kata Ilyas dengan nada tinggi menjawab pertanyaan wartawan soal rehab sekolah yang ditanyakan.

Ketika ditanya apa hubungannya antara proyek rehab sekolah yang mempergunakan uang negara dengan oknum yang mengaku Ketua Koorda ICW Langkat bernama Dimas, Ilyas, Us merupakan mantan ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjung Pura yang pernah diperiksa marathon penyidik Polres Langkat tahun 2004 lalu karena tersandung kasus pengalihan suara Partai Bulan Bintang (PBB) ke parpol lainnya ini hanya menjawab dengan enteng.

“Udah, jumpai aja Dimas, polisi dan jaksa aja yang mau minta bagian soal proyek sekolah jika sudah bertemu dengan Dimas pasti beres” terang Ilyas, Us sambil menutup selulernya.

Keterangan Ilyas, Us ini memperkuat bukti adanya keterlibatan antara M. Mas’ud alias Dimas yang mengaku-ngaku sebagai ketua Koorda ICW Langkat dengan Pimpro Dinas Dikjar Langkat untuk mengotak-ngatik anggaran proyek rehab sekolah di Langkat tahun 2009 baik yang mempergunakan DAU (Dana Alokasi Umum) maupun DAK (Dana Alokasi Khusus).

Sementara, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan, sejumlah Kepala Sekolah (Kasek) penerima DAK Pendidikan Langkat 2009 mengaku resah akibat adanya permintaan disertai ancaman yang disampaikan oleh oknum yang bernama Dimas beserta kroni-kroninya soal pengerjaan DAK rehab sekolah yang harus diserahkan kepada pihak rekanan. Bukan hanya itu, para Kasek penerima DAK tersebut juga harus terlebih dahulu menyerahkan uang antara Rp.2 s/d 3 juta dengan alasan untuk uang pengamanan wartawan, polisi dan jaksa.

“Saya takut jika proyek rehab sekolah ini diserahkan pada rekanan maka kasus dugaan korupsi DAK seperti tahun 2007 lalu akan terulang dan kami pasti akan diperiksa polisi atau jaksa. Tapi jika tidak kami serahkan, maka katanya proyek ini akan dialihkan ke sekolah lain dan jabatan kami terancam dicopot. Apalagi mereka yang datang tersebut mengaku orang dekatnya Pak Sulis dan merupakan perwakilan ICW dari Jakarta,“ kata salah seorang Kasek SD Negeri di Tanjung Pura sambil memohon agar namanya tidak disebutkan.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: