Panthergate Langkat Mau Dibeber di KPK


sumber : Harian Sumut Pos

11:55 | Wednesday, 4 November 2009

LANGKAT-Kasus dugaan korupsi Rp102 miliar APBD Langkat selama tahun anggaran 2000-2007, yang melibatkan mantan anggota dewan periode 1999-2004 terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memanggil mantan anggota DPRD Langkat 1999-2004, Abdullah Abdurrahim.

Kepada wartawan di Stabat, Senin (2/11), pukul 17.30 WIB, Abdullah menyebutkan, dirinya dipanggil berdasar surat KPK bernomor : R-1663/22/10/2009 tanggal 30 Oktober 2009 yang ditandatangani oleh Direktur Penyelidikan Deputi Bidang Penindakan KPK. Pemeriksaan Abdullah dijadwalkan hari ini, Rabu (4/11).

Abdullah akan dimintai keterangannya, oleh penyidik KPK terkait pengadaan 43 unit mobil Isuzu Panther bagi anggota DPRD Langkat periode 1999-2004. Pengadaan mobil Panther ini sempat diselidiki Direktorat Reskrim Poldasu, tetapi kasusnya berhenti.
“Pemeriksaan ini yang saya nantikan beserta para aktivis penggiat anti-korupsi di Langkat selama 6 tahun dan kepada penyidik akan saya ungkapkan dan serahkan bukti-bukti bahwa anggaran pembelian mobil tersebut adalah dengan cara melakukan mark up anggaran pada pos sekretariat dewan APBD Langkat tahun 2002 dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pimpinan dan panitia anggaran,” beber Abdullah yang akrab disapa Uncu Dolah bersemangat.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa dirinya beserta sejumlah aktivis penggiat anti-korupsi di Langkat seperti K-SEMAR Sumut, Gatwamtra dan PKP Langkat saat dipimpin oleh Maherbansyah alias Kemek telah berulangkali melaporkan kasus ini ke KPK, Kejagung dan Mabes Polri namun baru kali ini terlihat keseriusan penegak hukum menindaklanjutinya.

“Pada bulan Maret 2006 lalu, saya beserta Koordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis juga pernah menyampaikan secara langsung kasus korupsi ini kepada Kapolda Sumut yang saat itu dijabat oleh Bambang Hendarso Danuri. Atas laporan tersebut, penyidik telah memeriksa 10 orang mantan anggota DPRD Langkat termasuk Machsin, SH selaku Direktur CV Ansor Bintang Sembilan Medan beserta dengan pihak Auto 2000. Namun setelah penyidik Poldasu mendapatkan titik terang atas kasus korupsi tersebut, akhirnya tanpa alasan yang jelas kasus ini stagnan,” keluh Uncu.
Uncu Dolah mengatakan, selain dirinya KPK juga memanggil MSH selaku Direktur CV ABS yang menyuplai 43 unit mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999-2004. Bahkan, menurutnya, seorang mantan pimpinan DPRD Langkat berinisial AG sebelumnya telah diperiksa selama 9 jam oleh KPK.

Selain Uncu Dolah, mantan anggota DPRD Langkat periode yang sama Ahmad Gazali Syam ketika dihubungi wartawan, Selasa (3/11), tak menampik kalau dirinya sudah diperiksa di KPK terkait pengadaan mobil Isuzu Panther untuk anggota dewan. “Bukan diperiksa, cuma dimintai klarifikasi saja oleh KPK,” katanya dan tak mau ditanya lebih jauh lagi.

Selain Ahmad Gazali Syam, Sekdakab Langkat, Surya Djahisa, ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku, pemeriksaan sebagian pejabat Langkat dan anggota Dewan oleh KPK terkait dugaan korupsi Rp102,7 miliar. Namun dirinya tak mengetahui persis pemeriksaan terhadap masing-masing pejabat Langkat.

“Secara garis besar mungkin terkait Rp102 miliar itu, tapi masing-masing pejabat yang diperiksa tidak sama posisinya, kalau saya sudah diperiksa sebagai Kadis PU dan Kabag Keuangan Pemkab Langkat, tapi kalau yang lain saya tidak tahu sebagai apa,” sebut Surya.(ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: