DPRD-SU Kritik Pemprovsu Hamburkan Uang Rakyat, Keset Kaki Syamsul (Gubsu) Rp 500 Juta


Sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 5 November 2009
MEDAN-DI saat rakyat susah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pemerintah malah berlomba-lomba melakukan ’pemborosan’ dengan menghamburkan-hamburkan uang negara.

KABAG Rumah Tangga (RT) Biro Umum Sekdaprovsu dicurigai menyalahgunakan wewenangnya atas pengeluaran anggaran di rumah dinas Gubsu, Syamsul Arifin. Bayangkan saja, untuk biaya belanja peralatan dan alat-alat kebersihan saja, menghabiskan dana Rp 500 juta/tahun.

Dalam APBD tahun 2009 menyebutkan, biaya itu terdiri dari dua item. Pertama, belanja peralatan kebersihan dan bahan kebersihan rumah tangga seperti sapu, pewangi ruangan, aroma terapi, keset kaki, dan general cleaning senilai Rp 403,6 juta. Kedua, biaya penyediaan peralatan rumah tangga senilai Rp 115,1 juta tanpa perincian yang jelas.

Anehnya, dalam draf PAPBD, biaya peralatan kebersihan ini hanya Rp 227,6 juta, namun dalam perubahan malah terjadi penggelembungan sebesar Rp 176 juta, hingga biaya membengkak sebesar Rp 403,6 juta. Demikian halnya dengan biaya peralatan rumah tangga yang semula Rp 58,1 itu malah membengkak menjadi Rp 115,1 juta. Ironisnya Kabag Rumah Tangga Sekdaprovsu, H. Azhar yang dikonfirmasi malah menyangkal.

“Saya kurang tahu itu, soalnya yang saya tangani hanya anggaran di bawah seratus juta. Anggaran itu meliputi pembelian beras dan cabe. Jika anggaran itu lebih dari Rp 100 juta, bukan kita lagi yang menangani, tapi ditangani Biro Perlengkapan,” ujar Azhar melalui Kasubbagnya bernama Tina Gulo pada POSMETRO MEDAN, kemarin (4/11) siang.

Menanggapi kasus itu, anggota komisi A DPRD-SU, Syamsul Hilal menduga telah terjadi ‘permainan’ dalam kasus tersebut. “Ini tak masuk akal, masak untuk pembelian peralatan rumah tangga dan alat kebersihan saja dananya sebesar itu. Masak untuk beli sapu, keset kaki Syamsul saja menghabiskan Rp 500 juta, setahun. Saya yakin, pasti ada permainan dibalik anggaran itu. Apalagi di jaman sekarang ini, mana ada lagi birokrasi kita yang bersih. Karena itu, ini harus diusut,” tegas Hilal. (Kali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: