BeritakanDugaan Penyelewengan DPRD Binjai, Mata Wartawan POSMETRO Diancam Congkel Biar Mati


Sumber : Pos Metro Medan

Sabtu, 7 November 2009
BINJAI-Gerah ditanya soal anggaran pembekalan anggota DPRD Binjai ke Bali dan keberangkatan Tim Pansus Tatib ke Depdagri, Aswin, reporter POSMETRO MEDAN kemarin diancam bunuh. Pengancam itu mengaku bernama Zainuddin Purba, Ketua Komisi A DPRD Binjai dari Fraksi Golkar, yang juga menjabat Ketua Pemuda Pancasila (PP) Binjai.

Kejadian ini berawal saat Aswin menemui Sekwan DPRD Binjai, Nani Sundari, dua hari lalu. Nani sendiri terlihat bingung saat ditanya jumlah anggaran keberangkatan anggota dewan itu. “Kalau mengenai anggaran itu saya nggak tahu. Memang kemarin seharusnya saya ikut, tapi karena berhalangan saya gantikan dengan orang lain. Jadi, Senin nanti baru diketahui semuanya karena laporan itu belum kita terima. Saya tegas kok dengan setiap anggota dewan sekarang,” bilang Sundari.

Itu terkait dugaan penyulapan kepergian 10 orang Tim Pansus Tatib ke Depdagri dari yang seharusnya berangkat 2-5 November berubah menjadi 5-7 November. “Surat Perintah Tugas (SPT) yang tanggal 2-5 November itu tidak ada. Yang benar 5-7 November dan mereka (Anggota DPRD) baru kemarin memperoleh biaya transportnya, jadi sekarang mereka masih di Depdagri,” bilangnya.

Mengenai masalah keberangkatannya, tambah Nani, telah digantikan oleh stafnya yang bernama Kumar sebab dirinya banyak tugas yang harus di selesaikan. “Keberangkatan saya digantikan Pak Kumar karena saat ini saya banyak tugas, kan tidak masalah. Mengenai nama-nama anggota DPRD yang berangkat saya lupa karena tidak melihat SPT-nya. Nantilah hari Senin, Pak Kumar pulang baru bisa diketahui,” kata Nani.

Anehnya, Arjuli Indrawan, anggota DPRD Kota Binjai yang juga anggota Tim Pansus Tatib ke Depdagri, mengakui keberangkatan mereka. Itu pun hanya mempertanyakan kewenangan seorang Ketua DPRD Sementara. Sebab, akibat belum adanya Ketua Depenitif di DPRD, banyak kerja anggota dewan yang menjadi terkendala.

“Ya kami kemarin baru pulang dari sana untuk bertanya ke Depdagri tentang kewenangan ketua DPRD sementara sehingga kami sekarang sudah bisa mulai bekerja,” terang Arjuli seraya mengaku berangkat tanggal 2-5 November 2009.

Kembali ke perbincangan dengan Nani. Perbincangan pun berlanjut dan suasana kekraban terlihat jelas. Basa-basi, Nani bertanya kediaman sampai nama pimred POSMETRO MEDAN. “Anda tinggal dimana rupanya? Oh, Rambung Barat, itukan Binjai Selatan. Kalau anda memang kenal dengan Bang Ucok, tanya aja dengan dia,” ucap Nani. Tak lama basa-basi, Aswin dan Nani sama-sama meninggalkan ruangan sekwan usai bertukar nomor ponsel.

Keanehan terjadi saat Aswin meliput sidang gugatan Haris Harto. Ponselnya berdering. Di ponselnya tertera nama Zainuddin Purba. Dia adalah Ketua Komisi A DPRD Binjai sekaligus Ketua PP Binjai. Akrab disapa Ucok Zahar. Anehnya, dengan nada marah dan emosi, dia mempertanyakan soal pertanyaannya kepada Nani. Termasuk soal kepergiannya ke Kantor Mendagri di Jakarta.

“Kau untuk apa nanya masalah aku tentang ke Mendagri itu? Apa maksud kau? Kucongkel nanti biji mata kau ya, biar tau kau. Kuhabisi kau nanti dari Binjai ini. Kalau kau, nggak perlu dengan aku. Aku pun nggak perlu dengan kau. Apa maksud kau? Kuperingatkan kau ya, kau dengar ya,” ancamnya.

Terkejut, Aswin lalu bertanya ke Nani soal pengaduannya ke Zainuddin. “Saya cuma bilang tadi ada wartawan dari POSMETRO MEDAN, Batak Pos mendatangi saya. Itu aja, saya nggak ada ngomong yang lain” ujarnya.

“Walau tidak cukup bukti adanya perihal pengancaman melalui telepon genggam itu, namun kita sebagai pihak kepolisian dalam hal ini merespon apa yang telah disampaikan. Apalagi hal itu dialami oleh seorang yang notabene berprofesi sebagai wartawan yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai sosial kontrol bagi masyarakat, kita akan tetap melindunginya,” tegas Kapolresta Binjai, AKBP Roberts K SiK SH.

“Adanya pengancaman itu merupakan tindakan yang melanggar kode etik jurnalistik. Wartawan sebagai sosial kontrol ditengah-tengah masyarakat, dilindungi oleh undang-undang. Diharapkan agar kiranya penegak hukum dapat melindungi tugas wartawan dan melakukan penyelidikan terkait masalah ini,” tegas praktisi hukum Ahmad Yuni SH.(aswin)

Sementara, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis mengomentari hasil konfirmasi Aswin dengan Sekwan DPRD Binjai. “Seharusnya, sebagai seorang Sekwan, dia (Nani) harus mengetahui kegiatan anggota dewankarena itu merupakan tugas dan fungsinya. Tidak mampunya Sekwan menjawab pertanyaan wartawan secara transfaran mengindikasikan adanya dugaan penyelewengan dana anggaran. Kan lucu kalau Sekwan tidak tahu agenda kerja,” tegas Togar.(aswin)

2 Tanggapan

  1. memank DPRD binjai tidak punya moral semua termasuk suharjo mulyono penipu besar dari partai PKS dan preman seperti ucok jahar harusnya dimusnah kan saja dari muka bumi ini biar tidak menjadi dajal……

  2. Ali umri jahar suharjo mulyono tukang korupsi mereka harus dihukum mati,……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: