APBD Sumut Terkuras, Uang Rakyat Dihamburkan, Biaya Makan-Minum Tamu Syamsul Rp. 3,885 M


Sumber : Pos metro Medan

Senin, 9 November 2009
MEDAN-SELAIN tak peka, nafsu para pejabat elite melakukan pemborosan uang rakyat kian menjadi-jadi. Di saat rakyat banting tulang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pemerintah malah menghamburkan uang negara.

Usulan anggaran di rumah dinas Gubsu yang sarat penyelewengan, membuat Biro Umum Setdaprovsu khusunya bagian Kabag Rumah Tangga jadi bahan perbincangan hangat di lingkungan Pemprovsu. Betapa tidak, belum usai dugaan mark-up biaya belanja peralatan dan alat-alat kebersihan di rumah dinas Gubsu, Syamsul Arifin yang menghabiskan anggaran Rp 500 juta/tahun. Kemarin, kasus manghambur-hamburkan uang rakyat yang tak kalah dahsyat kembali mencuat ke permukaan.

Kali ini yang disoal adalah anggaran belanja makan-minum tamu Gubsu sebesar Rp 3,885 miliar. Biaya yang sedikit tak masuk akal itu tertuang dalam draf P APBD tahun 2009 yang dikerjakan oleh Biro Umum Setdaprovsu. Dalam draf APBD itu dijelaskan, biaya itu diperuntukkan bagi belanja makan dan minum tamu Syamsul selama setahun, dengan perincian biaya makan dan minum tamu di Pemprovsu dan tamu-tamu lainya.

Padahal, dalam APBD 2009 sebelumnya biaya yang diajukan hanya Rp 1,885.000.0000. Kemudian dalam draf P APBD, anggaran membengkak Rp 2 miliar. Sekadar mengingatkan, pembengkakan dana juga terjadi pada anggaran alat-alat kebersihan rumah dinas Gubsu. Dimana dalam APBD tahun 2009 menyebutkan, biaya itu terdiri dari dua item. Pertama, belanja peralatan kebersihan dan bahan kebersihan rumah tangga seperti sapu, pewangi ruangan, aroma terapi, keset kaki, dan general cleaning senilai Rp 403,6 juta.

Kedua, biaya penyediaan peralatan rumah tangga senilai Rp 115,1 juta tanpa perincian yang jelas. Padahal, dalam draf P APBD, biaya peralatan kebersihan ini hanya Rp 227,6 juta, namun dalam perubahan malah menggelmbung sebesar Rp 176 juta, hingga biaya membengkak sebesar Rp 403,6 juta. Demikian halnya dengan biaya peralatan rumah tangga yang semula hanya Rp 58,1 juta membengkak menjadi Rp 115,1 juta.

Terpisah, Kasubbag Rumah Tangga Biro Umum Setdaprovsu, Tina Gulo saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN malah berdalih. “Kalau masalah itu bukan kami yang menanganinya. Sudah saya bilang, yang saya kelola hanya biaya di bawah ratusan juta. Saya hanya mengelola biaya sebesar 10 jutaan. Makanya, kalau mau jelas, tanyalah sama bos, saya hanya staf, habis,” ketus Tina sedikit berang.

Secara terpisah anggota Komisi C DPRDSU, Pasiruddin Daulay, mengatakan, dana itu jelas-jelas pemborosan uang rakyat. Dia juga mencurigai, ada kemungkianan dugaan permainan dilakukan oleh oknum kabag rumah tangga dalam mengusulkan anggaran itu, sehingga sengaja dibengkak-bengkakkan untuk kantong pribadi.

“Ini namanya pemborosan, saya pikir masih banyak hal penting untuk rakyat yang membutuhkan biaya besar. Itu perlu dipertanyakan. Bagaimana pengeloaan dana itu pun harus dijelaskan lebih rinci, jangan hanya mementingkan kantong pribadi saja,” tegasnya. (Mula/Kali)

3 Tanggapan

  1. wah parah ini anggota dewan,,,

  2. Ingat..!! Yang memberi dia makan itu rakyat, dan mengangkat dia jadi gubernur juga rakyat. Disini seharusnya rakyat yg lebih di utamakan. Lihat aja, rakyat yg untk mencari nafkah aja masih banyak yg kesusahan, kock pejabat pemerintahan malah menghamburkan uang dgn gak jelas.

  3. […] APBD Sumut Terkuras, Uang Rakyat Dihamburkan, Biaya Makan-Minum Tamu Syamsul Rp. 3,885 M […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: