Dampak Data Penerima JPKMS Tidak Akurat, Berobat Tidak Punya Uang, Warga Miskin Pilih Penyakitan


Sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 13 November 2009
AKIBAT tidak akuratnya data penerima Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS), banyak warga miskin belum mendapatkan haknya alias tidak terdaftar. Alhasil, mereka hanya bisa pasrah penyakit menggerogoti tubuhnya.

Suparmin salah satunya. Karena tidak memiliki uang, pria 35 tahun ini hanya menahan sakit akibat benjolan yang ada di selangkangan kaki kirinya. Belakangan, kaki ayah 1 anak ini kesulitan berjalan. “Kaki saya bengkak dan sulit berjalan. Saya sempat berobat beberapa bulan ke mantri. Uang habis penyakit tak kunjung sembuh, makanya saya memilih pasrah karena tidak memiliki uang lagi,” imbuh warga Jl. Abdul Sani Mutalim, Komplek UKA, Link. 20, Ds. Terjun, Kec. Medan Marelan, itu.

Menurut Suparmin, dirinya tidak pernah tersentuh program pemerintah. Baik itu bantuan langsung tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Miskin (Raskin), terutama JPKMS. Beruntung, dagangan istrinya bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebab, Suparmin sendiri tidak mampu bekerja lagi.

“Saya sudah lama mendaftarkan diri kepada kepling, tapi hingga kini permohonan saya seakan tidak diperdulikan,” kesahnya. Nasib yang sama juga dialami Nuriza Harahap.

Karena himpitan ekonomi, wanita 60 tahun ini tidak mampu mengobati diabetes yang diidapnya. Beberapa waktu lalu, ibu 3 anak ini pernah opname di RS. YPAC Belawan. Namun karena suaminya tidak berpenghasilan tetap, pengobatan terkendala biaya. “Bagaimana saya mau mengobati penyakit ini. Sebab, suami hanya kuli dan tidak mempunyai penghasilan tetap. Kadang kerja habis itu mau dua bulan gak kerja,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Medan dr Edwin Effendy menjelaskan, pihaknya tidak ikut melakukan pendataan warga miskin. Data yang dipakai bersumber data BPS Medan, yang dimuthakirkan aparatur Kelurahan hingga rekomendasi kecamatan.

Meski begitu, Edwin juga mengakui pelaksanaan JPKMS masih bermasalah. Sebab, belum ada data akurat penduduk miskin. “Kami terus melakukan pemutakhiran data. Walaupun data sekarang sudah 500 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Sosial Setdako Medan Farid Wajedi mengatakan, dirinya telah meminta Dinas Kesehatan mulai menyusun program JPKMS 2010. Selain itu, camat dan jajarannya harus melakukan pendataan dengan benar. “Bila masih ada belum terdata dan benar-benar layak mendapatkannya, segera laporkan untuk dihimpun dan didaftarkan JPKMS,” sarannya.

“Bila ada temuan yang tidak pantas mendapat tapi mendapat, laporkan biar langsung diganti dengan yang layak,” pesannya.(ali amrizal)

Satu Tanggapan

  1. apakah ada indikasi penyelewengan? hehehe..just komentar pak…silakan diusut 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: