Awas !!, Phanter Gate, KPK Mulai ” Intip ” Kasus Langkat


Sumber : tribun sumatera


LANGKAT- tribunsumatera.com
Meski dua pimpi nan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah diterpa masalah, namun tidak menyurutkan langkah lembaga antikorupsi itu mengusut kasus-kasus di tanah air. Rabu (4/11) penyidik KPK kembeli memeriksa mantan anggota dewan Kabupaten Langkat periode 1999-2004 dalam dugaan korupsi dana APBD Langkat Tahun Anggaran 2000-2007.
Kemarin, giliran mantan anggota dewan Abdulah Abdurrahim diperiksa KPK. Abdulah Abdurrahim mengaku, telah memberikan keterangan terkait dugaan mark up dana pembelian 43 unit mobil Panther senilai Rp23 miliar.

Menurut Abdullah yang kemarin dihubungi via ponsel, dirinya telah membeberkankasus dugaan korupsi dana Panthergate bagi 43 anggota dewan yang sempat diperiksa Poldasu. “Saya sudah berikan keterangan mulai dari awal pembahasan atau perencanaan hingga terjadinya pembelian 43 unit mobil Izusu Panther kepada KPK,” kata mantan anggota DPRD Langkat periode 1999-2004 ini.

Abdullah yang akrab di sapa Uncu Dolah ini juga meminta KPK untuk memeriksa anggota dewan lain periode 1999-2004. “Kita berharap kepada penyidik KPK agar memeriksa juga anggota dewan lain di masa itu (1999-2004),” pinta Uncu.

Bahkan, dengan sudah dimintainya keterangan oleh KPK, Uncu berharap KPK dapat menaikkan status penyelidikan terhadap dugaan korupsi APBD Langkat TA 2000-2007 ini dan secepatnya menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Kita berharap dengan penjelasan dan keterbukaan dalam memberikan keterangan kepada penyidik KPK, dapat menaikkan status penyelidikan dan mempercepat penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah ini,” harap Uncu dari ujung teleponnya.

Terpisah, Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis ketika ditemui di Stabat, mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh KPK terkait dugaan korupsi APBD Langkat sebesar Rp102,7miliar.

“Kita sangat mendukung sekali proses penyelidikan yang dilakukan KPK, apalagi di saat kondisi KPK saat ini tengah dirundung duka. Meskipun begitu, kita tetap yakin, kalau KPK dapat menuntaskan kasus ini dan secepatnya menetapkan tersangka,” kata Togar.

Sebelumnya, pemanggilan mantan anggota Dewan periode 1999-2004 dan para pejabat Langkat, terkait dugaan korupsi APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp102,7 miliar. Bahkan sebagian pejabat teras Langkat seperti Sekdakab Langkat Surya Djahisa, mantan Kabag Umum Pemda Langkat Amril dan Kadis PU Langkat Herdianul sudah terlebih dahulu dimintai keterangannya.

Kasus ini juga menjadi salah satu temuan BPK hingga akhirnya masuk ke meja KPK. “Kalau bicara layak atau tidak diperiksa KPK, saya nggak bisa komentar, kok saya bilang tidak ada temuan ternyata KPK bilang ada, kita bisa berbuat apa, tapi kita lihat saja hasil pemeriksan mereka (KPK-red),” bilang Sekdakab Langkat Surya Djahisa, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/11) sembari mengaku, dia sudah dimintai klarifikasinya oleh KPK.
(bs/smpo/kor/lang/pg/db/sa/dprd/red/tribunsumatera.com)

2 Tanggapan

  1. semoga bisa mendapatkan kepastian yang jelas…dan bila benar2 bersalah, hukuman yang tegas harus ditimpakan ke mereka…

  2. Begitu besar kepercayaan dan harapan rakyat terhadap KPK sebagaimana terbukti dalam kasus cicak melawan buaya yang akhirnya berakhir dengan pembebasaan pimpinan KPK . Sekarang buktikan bahwa pembelaaan rakyat terhadap KPK tidak sia-sia dalam menangani kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: