Kajatisu Banyak Cakap


Sumber : www.gomedan.com

Sabtu, 14 November 2009 | 02:17:52
MEDAN-Ucapan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu), Sutiyono SH MH akan `menendang` oknum jaksa di jajarannya bila terlibat mafia kasus (markus), dinilai hanya banyak cakap alias pembogongan publik. Jangankan memberantas para markus dan jaksa nakal, kasus `tebang pilih` tersangka koruptor saja terindikasi terjadi di `depan mata` Sutiyono. Contohnya, terkait kasus korupsi proyek drainase Kota Medan.

“Hanya basa-basi dan omong kosong itu.Sudah jelas terpidana kasus korupsi drainase teriak di depan hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), kalau koruptor proyek di sejumlah Kecamatan di Kota Medan itu bukan hanya dirinya, namun tidak ada sikap dan tindakan Sutiyono. Kenapa tak ada penyelidikan lanjut atau setidaknya menjadikan pengakuan terpidana, Parlaungan Lubis, sebaga dasar awal penyelidikan?” Kata praktisi hukum Sumut, Zulheri Sinaga dan Ahmanuddin, Jumat (13/11) menanggapi ucapan Sutiyono pada sejumlah wartawan ketika serah terima jabatan (Sertijab) Asisten Pengawas (Aswas) Kejatisu di aula kantornya di Jalan Abdul Haris Nasution Medan, kemarin.

Disebutkan Zulheri, sebagaimana pemberitaan di sejumlah media massa, saat dijatuhi hukuman selama 2 tahun 8 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan karena terbukti melakukan korupsi proyek drainase berbiaya miliaran rupiah, Parlaungan Lubis langsung protes. Kata oknum pegawai Pemko Medan itu, dana proyek dimaksud sebahagian besar ada pada Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Medan, Damikrot. Dengan kata lain, korupsi yang dilakukan Damikrot pada proyek itu jauh lebih besar ketimbang yang ia perbuat.

“Ini kan aneh. Parlaunagn Lubis mengatakan uang proyek diterimanya dari Damikrot. Tapi kenapa Damikrot lepas dari jeratan hukum? Parlaungan sudah mengungkapkannya di depan aparat penegak hukum. Tapi apa yang diperbuat Kajatisu pada oknum-oknum jaksa selaku pihak yang mengawali penyelidikan kasus ini hingga akhirnya kasus digelar ke Pengadilan. Masuk akal nggak kalau dalam hal ini tidak ada tebang pilih pada calon tersangka?” papar Zulheri, balik bertanya.

Memang, dugaan tebang pilih kasus sedemikian oleh oknum-oknum di jajaran Kejatisu, dinilai berbagai kalangan di Sumut telah menjadi rahasia umum. Artinya, Kajatisu, Sutiyono, diharapkan lebih baik mengundurkan diri dari jabatan ketimbang bicara tak logis.Ucapannya seakan mendukung pemberantasan korupsi, namun tindakan ibarat kata pepatah, `meludah ke langit`.

“Jangan ketika ada pembicaraan hangat soal markus, oknum-oknum pejabat ikut-ikutan bicara ini dan itu seolah tak ingin ketinggalan. Kampungan dan sudah tak jamannya lagi. Masyarakat sekarang pintar dan tahu mana yang omong kosong dan mana yang realita atau fakta,” pungkas Zulheri.

Sebagaimana data dan informasi diperoleh kru andalas, hingga kini Damikrot yang disebut Parlaungan Lubis lebih banyak memegang uang proyek drainase Kota Medan, belum tersentuh hukum guna menyusul ke balik jeruji besi.

Sebab itu pula, Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidi, mengatakan kecewa atas penanganan kasus ini. Katanya, Jumat (13/11) di DPRD Medan, Kejaksaan dinilainya masih belum mampu mengiring beberapa pihak yang terlibat dalam proyek bersumber dari APBD Kota Medan tersebut.

“Kenapa kesannya penanganan kasus korupsi itu bertahap. Mantan Camat Medan Perjuangan sudah dijebloskan ke penjara terkait kasus ini, kemarin. Dan pegawai Pemko Medan, Parlaungan Lubis, bahkan sudah dipidana. Tapi Damikrot sendiri sepertinya sengaja tidak disentuh,” kata Ikrimah.

Wakil rakyat dari PKS ini mengaku memandang aneh dengan proses penyelidikan yang dilakukan Kejari Medan dan Kejatisu terkait kasus korupsi ini. Apalagi kejaksaan hanya mampu menggiring Parlaungan Lubis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan mantan Camat Medan Perjuangan ke Rumah Tahanan (Ritan) Tanjung Gusta.
“Jelasnya, kasus ini aneh. Pengusutan dan penetapan tersangkanya terkesan tebang pilih,” pungkasnya.(Pra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: