‘Mabuk’ Bupati, eks Dewan Langkat Nekat Tipu Perwira Poldasu


Sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 26 November 2009
STABAT-DITUDING menipu dan menggelapkan uang Rp 60 juta milik perwira Poldasu, matan anggota DPRD Langkat, Rosmawati Sagala jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Stabat. Meski semula Rosmawati berkilah, tapi hasil penyelidikan polisi menyatakan warga Langkat itu terbukti bersalah. Sebelum Rosmawati dibekuk, polisi terlebih dulu mengamankan David Situmorang (35) warga Jl. Tombak, Kel. Sidorejo Hilir, Medan Tembung.

Saat ini David meringkuk di penjara, sembari menunggu putusan pengadilan. Kemarin (24/11) siang, giliran Rosmawati yang disidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa. Untuk saksi kemarin, yang dihadirkan Rosmawati dan pengacaranya adalah Ricard S yang tak lain suami Rosmawati sendiri. Saat sidang pimpinan hakim Edy Wibowo, SH itu digelar, Rosmawati yang tak penah ditahan baik di kepolisian maupun di kejaksaan itu terlihat rilek mendengarkan keterangan suaminya. Sayang, kesaksian Ricard ditolak jaksa dengan alasan saksi dan terdakwa adalah suami istri yang tak diangkat sumpah saat bersaksi.

“Keterangan saksi memang kita dengar, tapi nilainya tidak ada salam sekali, artinya tidak membantu terdakwa, “ terang hakim. Bergulirnya kasus yang menyeret mantan anggota DPR Langkat ini, berawal dari laporan pengaduan AKP Elisa Harapan ke Polres Langkat yang mengaku telah menjadi korban penipuan. Ceritanya, pada Mei 2008 silam, Rosmawati mendatangi kediaman (Elisa) di Pangkalan Brandan untuk meminjam uang sebesar Rp 60 juta dengan alasan ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langkat.

Kedatangan Rosmawati menemui Elisa juga didampingi David Situmorang yang disebut-sebut Rosmawati sebagai orang pusat atau pengurus PDI-P yang akan mengusungnya. Berulang kali Rosmawati menghubungi Elisa hingga akhir Mei lalu permintaan Rosmawati pun dikabulkan Elisa dengan meminjamkan uang Rp 6o juta dengan jaminan sebuah mobil Kijang Inova. Saat Elisa menanyakan surat-surat penting mobil, Rosmawati dan David berkilah dan mengaku surat mobil tersebut tinggal di Medan dan akan diantarkan keesokan harinya.

Singkat cerita, dua bulan kemudian, masalahpun muncul. Mobil yang berada ditangan Elisa tiba-tiba ditarik pemiliknya. Ternyata mobil tersebut adalah mobil rental yang dipakai David dan Rosmawati. Merasa telah ditipu, Elisa berupaya menemui Rosmawati untuk meminta uangnya dikembalikan. Ironisnya, meski berulang kali menagih, tapi Rosmawati tak kunjung memberikannya juga.Bahkan tiap kali ditemui, Rosmawati selalu meminta Elisa sabar. Merasa dipermainkan, akhirnya Elisa melaporkan kasus itu Mapolres Langkat.

Cerita David Situmorong, saat itu ia mengendus keinginan Rosmawati untuk maju sebagai Calon Bupati Langkat, oleh karenanya, David langsung melakukan pendekatan saat bertemu pertama kali di Medan saat kampanye pasangan Cagubsu, Tri-ben dengan Rosmawati. Kala itu David mengaku mampu menjadikan Rosmawati jadi Bupati Langkat, karena dia kenal baik dengan pengurus PDIP pusat. Bual besar David ternyata didengar Rosmawati yang tengah ‘mabuk’ Bupati itu. Sangkin mabuknya, Rosmawati mengangkat David sebagai staf ahlinya sekaligus tim suksesnya. Di sinilah David melancarkan jurus-jurus mautnya.

Caleg gagal untuk DPRD-SU dapil Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi itu mulai merental satu unit Kijang Inova dari Kaman Hutapea, kenalannya. Biaya yang diminta dari Rosmawati Rp 4 juta untuk satu bulan. Tak puas sampai di situ, David menggadainya pada Elisa Harahap, perwira polisi Poldasu sebesar Rp 60 juta. Selanjutnya, uang hasil gadai mobil itu katanya dipakai untuk kepentingan kampanye Rosmawati. Tak lama, David kembali merental 2 unit mobil sejenis dan digadai Rp 60 juta. Terakhir, David juga melakukan serupa terhadap mobil Isuzu Panther yang direntalnya seharga Rp 15 juta.

Niatku memang mau menjadikan Rosmawati jadi Bupati Langkat. Makanya semua uang gadai mobil itu kuhabiskan untuk biaya operasional waktu itu. Memang aku pernah bilang kenal sama petinggi partai PDI-P di Jakarta. Kalau masalah bilang kenal itu, kurasa semua orang juga kenal sama Presiden. Tapikan belum tentu presidennya kenal, ketus David enteng saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN beberapa waktu lalu. Sementara itu, Jaksa R.V Latumen, SH saat ditanya POSMETRO MEDAN perihal tidak ditahanya Rosmawati dalam perkara ini usai sidang, dengan enteng jaksa bertubuh atletis itu ngaku tergantung kebijakan pimpinan. “Ya kalau ada perintah dari pimpinan tahan, hari ini juga bisa kita tahan, tapi kalau pimpinan nggak mau menahannya macamana,” tandasnya. (Darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: