K-Semar: Anggaran di Dikjar Langkat tumpang tindih


sumber : www.waspada.co.id

ALIAN NAFIAH SIREGAR
WASPADA ONLINE

MEDAN – Berdasarkan hasil bedah anggaran tim investigasi Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara atas penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Langkat TA 2009, pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar), ditemukan tumpang tindih alokasi anggaran pada pos belanja barang dan jasa.

Koordinator K-Semar Sumut, Togar Lubis, mengatakan, temuan tersebut terdapat pada alokasi anggaran rehab sekolah. Dijelaskan, pada lampiran Peraturan Kepala Daerah No 11 tahun 2009 tetanggal 31 Maret 2009, yang ditandatangani bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, kode rekening 1.01.1.01.01.16 uraian belanja barang dan jasa, dialokasikan anggaran sebesar Rp280 juta untuk rehab berat SDN 056630 Lubuk Jaya kecamatan Tanjung Pura.

“Namun pada kode rekening 1.01.1.01.01.16.41.003, kembali dialokasikan anggaran sebesar Rp100 juta, untuk sekolah yang sama,” katanya kepada Waspada Online, Senin (23/11).

Menurutnya, tumpang tindih anggaran tersebut adalah disengaja, dan bukan semata-mata faktor kesalahan. Alasannya, pengalokasian anggaran itu melalui sejumlah tahapan, dan dibahas oleh eksekutif, sebelum diajukan diajukan ke pihak legislatif. Namun, dirinya tidak menampik, jika hal itu disebabkan kurang jelinya panitia anggaran legislatif.

“Sejak tahun 2003 s/d awal tahun 2009 banyak pihak yang meragukan temuan kita tentang dugaan korupsi yang terjadi di Pemkab Langkat, khususnya di dinas pendidikan. Namun publik mulai percaya, setelah BPK RI melakukan audit investigatif pada Maret 2009, dan ditemukan dugaan korupsi sekurang-kurangnya Rp102,7 milyar yang saat ini perkaranya sedang ditangani oleh KPK,” terangnya.

Hal itu, katanya, juga terjadi dengan kasus korupsi di dinas Dikjar Langkat, dimana kasusnya masuk ke ranah hukum dan mantan kadisnya divonis 4 tahun penjara.

“Apa yang kami lakukan dalam mengkritisi itu, adalah untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi pada dinas itu. Karena, pada prinsipinya mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya.
(dat07/wol-mdn)

Satu Tanggapan

  1. Memang agak mbulet-mbulet ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: