OBSESI RUDOLF MATZUOKA PARDEDE


Oleh: Sohobul Anshor Siregar

Dengan resep lama kemungkinan besar Rudolf Matzuoka Pardede (RMP) akan dapat dengan mudah merubah peta politik Pemilukada Kota Medan dan sekaligus membuat perubahan peta itu memihak kepadanya. Uang yang seyogyanya dia gunakan untuk pemilukada gubernur 2008 masih tersimpan, dan malah bertambah karena bunga. Dengan kepercayaan atas kesetiaan 250.000 penduduk Medan dari 650.000 suara yang diperolehnya saat pemilu 2009, RMP yakin menang. Jika ia menang, inilah pertama kali di Indonesia seorang mantan gubernur menjadi Walikota.

SEBUAH acara syukuran yang megah untuk keberhasilannya menjadi anggota DPD dan puteranya Salomo Pardede menjadi anggota DPRD Sumut periode 2010-2015 di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) Medan, diselenggarakan Senin (16/11) malam. Tampaknya RMP sengaja memilih acara ini menjadi momentum untuk memberi tahu publik kota tentang rencana politiknya ke depan. Seribuan orang hadir dalam acara itu, dan dari gambaran audiens tergambar betapa mudahnya pekerjaan ini buat RMP.

RMP diperkirakan akan maju dengan resep lama yang sederhana, yakni pelangi. Dia akan gandeng seseorang dari kalangan muslim (jika dapat) yang punya nama besar dan sekaligus berpengaruh, dan diperkirakan banyak orang yang akan antri untuk memburu peluang digandeng RMP. Akan mudah pula baginya menugasi sejumlah orang untuk bekerja sebagai tim sukses yang akan berbicara lantang tentang banyak kelebihan dan keunggulannya. Ingatlah misalnya saat terjadi pro-kontra tentang ijazah RMP dan terlebih setelah naik menggantikan Rizal Nurdin. Ramai orang yang seperti sukarela membelanya, bahkan dengan atribut keagamaan. Sebagai pertanda awal, simaklah isi pidato orang-orang menyambut tekad RMP sebagaimana dilaporkan wartawan berikut ini:

”Sosok Rudolf M Pardede adalah sosok milik semua umat, yang selalu bersyukur setiap saat. Ada tiga kelebihan Rudolf Pardede yang tidak dimiliki tokoh lainnya yakni selalu memiliki ide-ide baru, dan mampu memberi solusi terhadap beragam masalah. Rudolf Pardede punya nurani yang senantiasa memiliki rasa sosial yang tinggi terhadap sesama dan yang terakhir hirarki keluarga yang harmonis mulai dari DR TD Pardede. Orangnya demokratis, nasionalis dan religius” (Anwar Nur Siregar, tokoh NU Sumatera Utara)
”Rudolf Pardede sosok orang biasa dan apa adanya. Ia jarang menjumpai seorang tokoh seperti Rudolf. Karakter Rudolf sangat bersahaja, tidak membeda-bedakan suku, agama dan latar belakang lainnya”. (Ali Akbar Marbun, juga tokoh NU Sumatera Utara dan Pemimpin Pondok Pesanteren Al-Kautsar).


”Dia tokoh yang tidak perduli kepada satu umat saja akan tetapi kepada seluruh umat. Rudlof telah membuktikannya dengan memberikan banyak bantuan kepada remaja masjid dan kepada umat Islam lainnya”
(Said Aldi Al-Idrus, Ketua Umum Remaja Mesjid Sumatera Utara).

RMP diperkirakan akan tetap membidik basis non muslim sebagai pendukung utama yang bisa mencapai sekitar 30 %. Ia hanya perlu memonitor dan menggagalkan kemungkinan adanya pasangan yang identik, sebab jika itu terjadi sentimen tidak dapat dipompa maksimal untuk dirinya dan sekaligus orang tidak akan mempercayai peluang kemenangannya. Maintenance terhadap penduduk yang memilihnya pada pemilu 2009 (sekitar 250.000 suara), mungkin sudah termasuk dalam angka 30 % itu, penting sekali baginya. Tinggal menunggu konstituen yang muncul dari daya tarik wakil yang dia gandeng. Jika maju melalui Partai, masih ada kemudahan lain.

Secara teoritis tekad RMP untuk ikut pemilukada Kota Medan 2010 drastis akan merubah peta politik. Juga mudah membayangkan kemenangannya, terutama dihubungkan dengan tradisi baru politik transaksional yang berkembang dewasa ini. Stok uang yang lebih dari cukup yang berasal dari modal yang seyogyanya digunakan untuk memenangkan pemilukada gubernur 2008 lalu, benar-benar menjadi prasyarat lain yang amat penting.
Kembali menjadi GUBSU ?
Jika ini menjadi kenyataan, RMP lah orang pertama mantan Gubernur menjadi Walikota. Tetapi obsesi seorang yang menyatakan diri pengabdi tak kenal batas waktu ini tidak dipercaya akan berhenti di situ saja. Dalam benaknya mungkin pemilukada Gubsu 2013 menjadi terget berikutnya.

Tetapi pemilukada Gubsu masih 4 tahun lagi. Itu tidak mungkin ditunggu dengan begitu saja. Harus dilakukan sesuatu yang bisa membuat peluang masuk kembali ke jabatan yang lama itu lebih baik. Jika kalah tak ada masalah, karena jabatan sebagai Walikota hanya ditinggal cuti sebentar, sama seperti sekarang yang jika misalnya nanti tak berhasil di Medan tentu kembali tanpa hambatan apa pun ke jabatan sebagai anggota DPD. Mungkin itulah scenario dalam pikiran RMP yang sempat menjadi orang nomro 1 Sumut itu.

Persis seperti Mega, mantan pemimpin puncaknya pada PDIP, yang menggantikan Presiden Gus Dur di tengah periode, mantan orang nomor 1 PDIP Sumut ini pernah menjadi Gubernur menggantikan Rizal Nurdin yang meninggal karena kecelakaan pesawat terbang. Saat pemilukada gubernur 2008 RMP tidak diberi kesempatan maju oleh Mega, dan waktu itu ketentuan pencalonan perseorangan belum memiliki aturan teknis.
(Penulis: Koordinator Umum ’nBASIS)

3 Tanggapan

  1. agak mirip dengan Syamsul Arifin tuh……ragu juga aku……tapi ya begitulah obsesi pribadi….yang lain nanti dipikirkan…..Mengaku gak mampu dan gagal bangun propinsi Sumut, ya mungkin bisa bangun yang lebih kecil…anehhhhh

  2. makasih ya pak rudolf
    pedulikan kami warga kecil ini
    jangan pernah sia-siakan
    pengorbanan bapak dan pertahan kan
    warga negara kita ini

  3. lihat lah pak dengan 2 mata kepala
    masaih banyak warga kita yang kurang
    dipedulikan,mana semua janji-janji
    para pemimpin ini kepada masyarakat kecil
    tolonglah pak pedulikan
    tuhan memberkati bapak rudolf
    dan memberikan kesehatan dan mudah
    rezeki pak rudolf .gbu.
    E-mail (lumbantobingdodi@yahoo.co.id)
    thank you pak rudolf jesus blees

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: