Kasus Dugaan Korupsi APBD Langkat Rp102 Miliar, Syamsul Diperiksa KPK Tujuh Jam


Sumber : harian sumut pos

DIPERIKSA KPK : Mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin diwawancarai wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (1/12). Syamsul Arifin diperiksa terkait  korupsi penggunaan APBD Langkat  Tahun 2000- 2007 senilai Rp102,7 miliar. //Imam Buhori/Rakyat Merdeka/jpnn

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (1/12) memeriksa mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin. Pemeriksaan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat tahun 2000 hingga 2007 senilai Rp102,7 miliar. Bupati Langkat dua periode itu, diperiksa selama tujuh jam.

Namun, Syamsul Arifin yang kini menjabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) tidak mengaku diperiksa terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp102,7 miliar itu. Ia mengatakan, datang ke Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav C.1 Kuningan, Jakarta Selatan, itu dalam rangka membicarakan rencana seminar antikorupsi yang akan digelar 3 Desember 2009 di Medan. ”Saya kan lagi kerjasama dengan KPK. Tanggal 3 nanti ada seminar pencegahan korupsi. Ini untuk yang keenam kalinya,” kata Syamsul

saat puluhan wartawan mencegatnya begitu dia keluar dari pintu gedung KPK sekira pukul 15.00 WIB, kemarin.
Kemarin, Syamsul tidak mengenakan pakaian dinas. Ia memakai kemeja motif merah biru.

Syamsul mengatakan, dengan adanya kerjasama antara Pemprov Sumut dengan KPK itu kini sudah mulai ada hasilnya. Katanya, pengelolaan keuangan di Pemprov Sumut sudah mulai membaik. “Alhamdulillah, keuangan kita sudah baik,” ujarnya.

Namun, para wartawan tampak tidak percaya dengan pengakuan Syamsul itu. Di tengah kerumunan wartawan, koran ini mengkonfirmasi bahwa bukankah dia dipanggil untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Kabupaten Langkat, Syamsul dengan sigap menjawab,”Nggak.”
Wartawan yang lain tetap tidak percaya dengan jawaban Syamsul itu. “Tadi ada berapa pertanyaan Pak?” tanya wartawan lagi.
Lagi-lagi, Syamsul membantah bahwa dirinya diperiksa KPK. Dia mengulang kalimatnya yang sudah disampaikan, bahwa dia datang karena ada kerjasama dengan KPK. “Nggak ada ditanya, karena kerjasama,” cetusnya.

Dia pun menyebutkan, bahwa dia bertemu dengan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar. “Dengan Pak Haryono, iya Haryono Umar,” kata Syamsul sembari melangkah menuju mobilnya.

Namun, Haryono Umar yang dikonfirmasi terkait pengakuan Syamsul, langsung tertawa. Haryono membantah keterangan Syamsul itu. “Ha..ha..ha. Nggak betul itu. Nggak ada (Syamsul Arifin, Red) ketemu saya kok,” ujar Haryono.

Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan bahwa Syamsul Arifin dipanggil untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Kas Daerah Pemkab Langkat periode tahun 2000 sampai 2007. Saat itu, Syamsul Arifin menjabat Bupati Langkat pada periode 1999-2004 dan 2004-2008.

“Ini dalam rangka penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi penggunaan dana kas Kabupaten Langkat tahun 2000-2007. Kita meminta keterangan Gubernur Sumatera Utara dalam kapasitas dia sebagai Bupati Langkat pada periode itu,” tegas Johan.

Sebelum mendapat konfirmasi dari pihak resmi di KPK, para wartawan sudah tidak percaya dengan keterangan Syamsul. “Kalau bahas seminar, masak seorang gubernur sendirian, nggak didampingi stafnya. Kalau bahas seminar, ya mestinya pakai baju resmi sebagai gubernur. Ah, nggak mungkin,” ujar wartawan sebuah media cetak ibukota. “Iya mana ada bahas seminar sampai tujuh jam,” sahut yang lain.

Syamsul sendiri tiba di Gedung KPK pukul 09.15 WIB. Dia datang disertai dua ajudannya. Sejak pagi, puluhan wartawan yang biasa meliput di gedung KPK sudah mendengar informasi mengenai bakal diperiksanya Syamsul. Tim KPK yang memeriksa dipimpin Jus Marfin Noor.
Kemarin, ada dua orang yang ditunggu wartawan di KPK, yakni saksi kunci kasus rekayasa kriminalisasi Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto yakni Ari Muladi, dan Syamsul Arifin.

Pantauan koran ini, Syamsul usai diperiksa pukul 15.00 WIB. Namun, Syamsul tidak langsung keluar dari gedung, namun sempat duduk-duduk beberapa saat di ruang kaca lobi gedung KPK. Tangannya mengapit map hijau. Baru sejenak duduk, dia disambangi salah seorang kuasa hukum Ari Muladi, Petrus Salestinus yang juga sedang ada di lobi tersebut.

Tidak diketahui apa pembicaraan mereka. Saat itu, hujan di kawasan Kuningan sedang deras-derasnya. Syamsul beranjak dari duduknya, melongok sebentar ke arah luar. Puluhan wartawan media cetak dan elektronik sudah berkumpul di depan anak tangga pintu keluar.

Sesaat kemudian, dia berjalan menuju meja resepsionis. Syamsul menukarkan ID tamunya dengan kartu pengenal yang ditinggal di meja resepsionis. Namun, dia tidak buru-buru keluar. Sembari berdiri, dia kembali berbincang serius dengan Petrus Salestinus. Tiba-tiba, Syamsul mengayunkan langkahnya agak cepat ke pintu keluar. Dia sendirian. Mobil Innova B 1430 ZF sudah berhenti di halaman gedung KPK, di belakang kerumunan wartawan.

Baru keluar dari pintu, bidikan puluhan kamera sudah mengarah ke badan Syamsul. Jalan keluar dipenuhi wartawan. Syamsul menghentikan langkahnya, menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak lama. Dia perlahan maju menuju mobilnya. Sejumlah wartawan dan fotografer tampak belum puas atas jawaban yang disampaikan. Saat Syamsul dengan tergesa masuk dan duduk di jok depan mobilnya, para pemburu berita masih ada yang berupaya menggali jawaban dari Syamsul. Namun, Syamsul tidak mau lagi memberikan keterangan. Mobilnya meluncur, menembus derasnya hujan di ibukota, kemarin sore.(sam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: